Internationalmedia.co.id – News – Suasana nonton bareng (nobar) final Piala Dunia yang diselenggarakan Pemerintah Kota Parepare di Lapangan Andi Makkasau pada Senin (20/7) dini hari mendadak ricuh. Insiden ini melibatkan Ahmad Husaini, seorang ajudan Wali Kota Parepare Tasming Hamid, yang menyalakan suar atau flare hingga percikannya mengenai salah satu penonton. Keributan pun tak terhindarkan, berujung pada adu mulut antara Ahmad dan warga yang merasa dirugikan, seperti diberitakan internationalmedia.co.id.
Menurut kesaksian Ricky Leonard, salah seorang warga yang hadir di lokasi, insiden bermula ketika euforia perayaan gol melanda kerumunan. "Saat merayakan gol, red flare kedua datang dari belakang posisi kami duduk dibawa langsung orang yang sama. Kami laki-laki hanya fokus merayakan gol 1-0, tiba-tiba teman perempuan di depan saya merintih ternyata akibat kena percikan flare," ujar Ricky, menjelaskan momen menegangkan tersebut.

Kericuhan semakin memuncak setelah penonton yang geram melihat rekannya menjadi korban percikan flare mulai melemparkan botol ke arah Ahmad Husaini. Bukannya mereda, ajudan Wali Kota Parepare itu justru membalas dengan membentak warga yang mencoba menegurnya, menambah ketegangan di lokasi.
Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Husaini memberikan pembelaannya. Ia beralasan memindahkan flare ke bagian depan panggung dengan pertimbangan keamanan, agar tidak membahayakan rumput lapangan. Ahmad juga mengaku tidak menyadari bahwa percikan api dari flare tersebut mengenai penonton wanita. "Ternyata ada percikannya jatuh kena perempuan. Saya tidak sadar di situ, saya tunggu sampai habis jangan sampai terbakar rumput," jelasnya.
Ahmad menambahkan, keributan justru pecah setelah flare yang dipegangnya padam. Ia mengklaim ada pihak yang melempar botol dan menunjukkan gestur menantang. "Nanti saya lihat ada kena perempuan, saya simpan itu flare, saya datangi baru minta maaf ka. Saya jabat tangan, saya minta maaf. Walaupun itu bukan kesengajaan ku, tidak saya sengaja. Sama-sama ki penonton, tapi narasinya bawa-bawa ajudan," pungkasnya, menyiratkan rasa keberatan atas sorotan terhadap statusnya sebagai ajudan.
