Warga Jakarta bisa bernapas lega. Pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun 2026. Jaminan ini disampaikan setelah Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, bersama jajaran melakukan kunjungan kerja langsung ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, baru-baru ini. Internationalmedia.co.id – News melaporkan peninjauan ini krusial untuk memastikan ketersediaan air bersih di tengah ancaman musim kemarau panjang.
Dalam kunjungan strategis tersebut, rombongan PAM JAYA disambut hangat oleh jajaran pengelola Waduk Jatiluhur dari Perum Jasa Tirta II (PJT II), termasuk Direktur Usaha Didik Permadi Yoffana dan General Manager Wilayah IV Anom Soal Herudjito. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan air ibu kota.

Arief Nasrudin menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan adalah untuk memastikan suplai air baku dari Jatiluhur tetap terjaga, sekaligus memantau langkah-langkah mitigasi yang telah disiapkan oleh PJT II. "Kami ingin memastikan suplai air baku dari Jatiluhur dalam kondisi aman, walaupun tetap waspada karena penurunan tinggi muka air saat ini berada di angka 96,3 Mdpl," ujar Arief dalam keterangan tertulis yang diterima internationalmedia.co.id. Ia menambahkan, posisi tersebut masih jauh di atas batas bawah operasi waduk, yaitu 87,5 Mdpl.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Didik Permadi Yoffana dari PJT II menjelaskan bahwa kondisi air saat ini masih sangat aman untuk memenuhi kebutuhan air baku Jakarta, irigasi, serta sektor industri hingga akhir tahun 2026. Anom Soal Herudjito menambahkan, perhitungan kapasitas tampungan waduk menunjukkan cadangan air baku untuk suplai ke Jakarta hingga akhir tahun depan tergolong sangat aman.
Meskipun demikian, PAM JAYA dan PJT II sepakat untuk tidak lengah. Keduanya berkomitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan tinggi muka air secara berkala. Waduk Jatiluhur sendiri merupakan tulang punggung utama pasokan air baku yang melayani sebagian besar kebutuhan air bersih warga Jakarta. Oleh karena itu, peninjauan langsung ke hulu sumber air baku ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya PAM JAYA dalam mengendalikan risiko dan menjamin keberlangsungan pelayanan air bersih di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.
