Internationalmedia.co.id – Ketegangan kembali membara di perbatasan Afghanistan-Pakistan setelah serangan udara yang diduga dilancarkan oleh Pakistan menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk anak-anak. Pemerintah Taliban di Afghanistan mengecam keras serangan ini dan bersumpah akan memberikan respons yang setimpal.
Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, melalui akun media sosial X, mengungkapkan bahwa serangan udara tersebut menargetkan rumah warga sipil di Provinsi Khost. "Pasukan invasi Pakistan membombardir rumah seorang warga sipil setempat. Akibatnya, sembilan anak (lima anak laki-laki dan empat anak perempuan) dan seorang perempuan gugur," tulisnya. Selain korban tewas, serangan yang juga menyasar wilayah perbatasan Kunar dan Paktika itu dilaporkan melukai empat warga sipil lainnya.

Menurut Mustaghfir Gurbuz, juru bicara gubernur Khost, serangan tersebut dilakukan menggunakan drone dan pesawat terbang. "Imarah Islam mengutuk keras pelanggaran ini dan menegaskan kembali bahwa mempertahankan wilayah udara, teritorial dan rakyatnya adalah hak sahnya, dan akan merespons dengan tepat pada waktu yang tepat," tegas Mujahid dalam pernyataan terpisah.
Serangan ini terjadi setelah serangan bunuh diri yang menargetkan markas besar pasukan paramiliter Kepolisian Federal Pakistan di Peshawar, yang menewaskan tiga perwira dan melukai 11 orang lainnya. Meskipun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Peshawar, stasiun penyiaran negara PTV melaporkan bahwa para penyerang adalah warga negara Afghanistan.
Presiden Pakistan Asif Zardari menuding "Fitna al-Khawarij yang didukung asing," sebuah istilah yang digunakan Islamabad untuk kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang dituduh beroperasi dari wilayah Afghanistan, sebagai dalang di balik serangan tersebut.
Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan memang mengalami ketegangan sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021. Situasi semakin memburuk setelah bentrokan mematikan di perbatasan pada bulan Oktober lalu yang menewaskan sekitar 70 orang dari kedua belah pihak. Janji pembalasan dari Taliban ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di wilayah tersebut.
