Internationalmedia.co.id – Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, kembali menjadi sorotan setelah diduga merusak gelang pemantau lokasi yang dikenakan sebagai bagian dari tahanan rumahnya. Alasan yang ia kemukakan sungguh tak terduga: "rasa ingin tahu".
Insiden ini terjadi saat Bolsonaro mengajukan banding atas vonis percobaan kudeta yang menjeratnya. Mahkamah Agung Brasil menahannya karena dianggap berisiko melarikan diri. Pengadilan menuduh Bolsonaro mencoba menonaktifkan gelang tersebut untuk memuluskan rencananya kabur dari jeratan hukum.

Hakim Mahkamah Agung, Alexandre de Moraes, menegaskan penahanan ini sebagai langkah pencegahan selama proses banding berlangsung. Video yang dirilis pengadilan menunjukkan Bolsonaro mengakui menggunakan solder pada gelang itu karena dorongan "rasa ingin tahu".
Kondisi gelang tersebut sangat memprihatinkan, gosong dan rusak parah, meski masih terpasang di pergelangan kakinya. Bolsonaro, yang menjabat dari 2019 hingga 2022, telah menjadi tahanan rumah sejak Agustus di sebuah kondominium mewah di Brasilia.
Hakim Moraes juga menyoroti potensi kekacauan dari aksi unjuk rasa yang direncanakan di depan kondominium oleh putra sulung Bolsonaro, Flavio, yang bisa memfasilitasi pelarian. Flavio sendiri mendesak pendukung ayahnya untuk "berjuang demi negara".
Moraes memberikan waktu 24 jam kepada pengacara Bolsonaro untuk memberikan penjelasan terkait insiden ini. Flavio bahkan mengancam akan menyalahkan Hakim Moraes jika terjadi sesuatu pada ayahnya selama penahanan.
Flavio menduga ayahnya mungkin membakar gelang itu karena "tindakan putus asa" atau "malu" memakainya di depan keluarga yang berkunjung. Hakim Moraes juga menyoroti kedekatan rumah Bolsonaro dengan kedutaan AS, meningkatkan kekhawatiran ia akan mencari suaka politik.
Bolsonaro kini ditahan di kompleks kepolisian federal di Brasilia untuk pemeriksaan medis sebelum dipenjara. Pendukung dan penentangnya menggelar aksi demonstrasi terpisah di luar markas polisi.
