Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Misteri 153 Warga Gaza di Afrika Selatan, Israel Diduga Terlibat?
Trending Indonesia

Misteri 153 Warga Gaza di Afrika Selatan, Israel Diduga Terlibat?

GunawatiBy Gunawati18-11-2025 - 09.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Misteri 153 Warga Gaza di Afrika Selatan, Israel Diduga Terlibat?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – Otoritas Palestina menuding Israel terlibat dalam praktik "perdagangan manusia" terkait kedatangan misterius 153 warga Gaza di Afrika Selatan (Afsel) pekan lalu. Tudingan ini muncul setelah pesawat yang membawa rombongan tersebut mendarat di bandara OR Tambo, Johannesburg, pada Jumat (14/11) tanpa pemberitahuan atau koordinasi dengan pihak berwenang Palestina.

Kejanggalan mulai tercium saat warga Gaza tersebut tertahan selama 12 jam di dalam pesawat karena masalah dokumen. Pesawat carteran itu terbang dari Bandara Ramon di Israel, transit di Kenya, sebelum akhirnya tiba di Afsel. Pihak imigrasi Afsel awalnya menolak memberikan izin masuk karena ketidakjelasan mengenai tujuan dan durasi tinggal mereka, ditambah tidak adanya stempel keberangkatan dari Israel di paspor mereka.

Misteri 153 Warga Gaza di Afrika Selatan, Israel Diduga Terlibat?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun demikian, otoritas Afsel akhirnya mengizinkan 130 orang untuk masuk dengan visa 90 hari, sementara 23 lainnya melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir yang tidak disebutkan. Kementerian Luar Negeri Palestina menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Afsel atas penerimaan "warga kami yang disesatkan".

Namun, pernyataan keras juga dilontarkan, memperingatkan jaringan yang berupaya mengusir warga Palestina, terutama dari Gaza, demi kepentingan Israel. "Kementerian mengimbau rakyat kami, terutama mereka yang berada di Jalur Gaza, untuk berhati-hati dan tidak menjadi korban perdagangan manusia, perdagangan darah, atau agen pengungsian paksa," tegas pernyataan tersebut.

Imtiaz Suleiman, pendiri organisasi bantuan Afsel, Gift of the Givers, mengungkapkan bahwa para penumpang mengaku dibantu Israel untuk meninggalkan Gaza tanpa stempel di paspor, menyebabkan mereka terdampar di negara ketiga. COGAT, badan Israel yang mengkoordinasikan aktivitas di wilayah Palestina, mengklaim bahwa negara ketiga telah setuju menerima warga Palestina tersebut.

Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, menggambarkan situasi ini sebagai "seperti diusir keluar". "Mereka adalah orang-orang dari Gaza yang entah bagaimana secara misterius dinaikkan ke pesawat yang melewati Nairobi dan tiba di sini," ujarnya. Kasus ini memicu kecaman dan pertanyaan mendalam tentang peran Israel dalam memfasilitasi keberangkatan warga Gaza dan implikasinya terhadap masa depan wilayah tersebut.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Umumkan Perang Iran Tuntas Lebih Cepat

10-03-2026 - 23.15

Pangkalan AS Israel Diserang Rudal Iran Gelombang Terbaru

10-03-2026 - 23.00

Pukulan Telak AS ke Jantung Rudal Iran

10-03-2026 - 21.45

Panggilan Penting Putin ke Trump Nasib Perang Iran Dipertaruhkan

10-03-2026 - 21.30

Keputusan Iran Picu Kemarahan Trump

10-03-2026 - 21.15

Peringatan Misterius Iran untuk Trump

10-03-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.