Internationalmedia.co.id – Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memanas. Korea Utara (Korut) meluncurkan serangkaian roket artileri ke Laut Kuning, tepat saat Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, melakukan kunjungan ke Korea Selatan (Korsel). Aksi provokatif ini terjadi sekitar satu jam sebelum Hegseth meninjau langsung wilayah perbatasan kedua negara.
Menurut keterangan Kepala Staf Gabungan militer Korsel (JCS), Pyongyang juga sempat melakukan uji coba serupa beberapa menit sebelum Presiden Korsel, Lee Jae Myung, bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, pekan lalu. JCS melaporkan bahwa mereka mendeteksi sekitar 10 roket artileri ditembakkan ke arah utara Laut Barat, yang merupakan sebutan Seoul untuk Laut Kuning.

Rentetan tembakan tersebut terjadi pada Sabtu (1/11) sekitar pukul 15.00 waktu setempat, dan berlanjut pada Senin (3/11) sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Otoritas intelijen Korsel dan AS saat ini tengah melakukan analisis mendalam terhadap proyektil-proyektil tersebut.
Kunjungan Hegseth ke perbatasan yang dijaga ketat antara Korsel dan Korut pada Senin (3/11) menjadikannya pemimpin Pentagon pertama dalam delapan tahun terakhir yang mengunjungi lokasi tersebut. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi Panmunjom, desa gencatan senjata simbolis tempat pasukan kedua Korea saling berhadapan, serta Post Pemantauan Ouellette yang menghadap ke Zona Demiliterisasi.
Dalam pertemuan antara Hegseth dan Menhan Korsel, Ahn Gyu Back, keduanya menegaskan kembali komitmen terhadap postur pertahanan gabungan yang kuat dan kerja sama erat antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Kunjungan Hegseth ke perbatasan Korea ini terjadi setelah tawaran pertemuan dari Presiden AS, Donald Trump, kepada pemimpin Korut, Kim Jong Un, selama kunjungannya ke Asia pekan lalu, belum mendapatkan respons dari Pyongyang. Meskipun demikian, Trump mengindikasikan bahwa ia masih bersedia untuk kembali bertemu dengan Kim Jong Un di masa mendatang. Berita ini dilansir dari internationalmedia.co.id.
