Internationalmedia.co.id – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian. Longsoran salju dahsyat menerjang sebuah base camp di kawasan Gunung Yalung Ri, Nepal timur, pada Senin pagi waktu setempat. Insiden tragis ini telah merenggut nyawa tiga orang, dan empat pendaki asing lainnya dilaporkan hilang, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran.
Gyan Kumar Mahato, pejabat senior kepolisian distrik Dolakha, mengungkapkan bahwa longsoran salju menghantam kelompok yang terdiri dari 12 orang pendaki. Dari tiga korban tewas, dua di antaranya adalah warga Nepal, sementara satu lainnya adalah warga negara asing yang belum diidentifikasi kewarganegaraannya. Identitas dan kewarganegaraan para pendaki asing yang hilang juga masih belum diketahui.

"Upaya penyelamatan sempat tertunda akibat cuaca buruk yang melanda distrik Dolakha. Namun, helikopter penyelamat telah berhasil mendarat di lokasi kejadian, dan operasi pencarian serta penyelamatan akan segera dimulai pada Selasa pagi," ujar Mahato.
Nepal, yang dikenal sebagai rumah bagi 10 puncak tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest, setiap tahunnya menarik ratusan pendaki dan trekker dari berbagai penjuru dunia. Musim gugur di pegunungan Himalaya memang kurang diminati dibandingkan musim semi karena hari yang lebih pendek, suhu yang lebih dingin, medan bersalju yang menantang, dan jendela waktu pendakian yang lebih sempit.
Sebelumnya, Siklon Montha juga sempat memicu hujan lebat dan salju di Nepal, menyebabkan sejumlah pendaki dan wisatawan terdampar di jalur-jalur pendakian populer di Himalaya. Selain itu, dua pendaki asal Italia juga dilaporkan hilang saat mendaki puncak terpencil di wilayah Nepal barat.
