Internationalmedia.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Afghanistan utara pada Senin (3/11/2025) dini hari, menyebabkan kerusakan parah dan menelan puluhan korban jiwa. Getaran kuat ini dirasakan hingga ibu kota Kabul, memicu kepanikan warga yang berhamburan ke jalanan.
Berikut adalah fakta-fakta terkini seputar gempa bumi yang mengguncang Afghanistan, dirangkum dari berbagai sumber:

-
Tragedi Korban Jiwa dan Luka-luka: Hingga kini, dilaporkan sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa ini. Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Sharafat Zaman, mengungkapkan bahwa jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan proses evakuasi dan pendataan yang terus berlangsung.
-
Episentrum Gempa: Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 28 kilometer, sekitar 22 kilometer dari Kholm, dekat Mazar-i-Sharif. Kholm merupakan wilayah padat penduduk dengan sekitar 65.000 jiwa, sementara Mazar-i-Sharif adalah kota terbesar kelima di Afghanistan dengan populasi sekitar 523.000 jiwa.
-
Kerusakan Masjid Biru: Gempa ini juga menyebabkan kerusakan pada Masjid Biru yang ikonik di Mazar-i-Sharif. Haji Zaid, juru bicara otoritas Provinsi Balkh, melaporkan bahwa sebagian bangunan masjid bersejarah tersebut hancur, termasuk bagian dari salah satu menaranya yang runtuh.
-
Afghanistan Rawan Gempa: Secara geografis, Afghanistan terletak di wilayah yang rawan gempa, khususnya di sepanjang Pegunungan Hindu Kush, tempat bertemunya lempeng tektonik Eurasia dan India. Kondisi ini membuat negara tersebut rentan terhadap gempa bumi.
-
Tantangan Penanganan Bencana: Jaringan komunikasi dan infrastruktur yang buruk di wilayah pegunungan Afghanistan menjadi kendala dalam upaya penanganan bencana. Kondisi ini mempersulit tim penyelamat untuk mencapai daerah-daerah terpencil dan memberikan bantuan kepada para korban. Internationalmedia.co.id mencatat, banyak rumah di Afghanistan dibangun dengan batu bata lumpur, sehingga rentan terhadap kerusakan akibat gempa. Negara ini juga tengah menghadapi krisis lain, seperti kekeringan parah dan kembalinya jutaan pengungsi, yang semakin memperburuk situasi.
