Internationalmedia.co.id – Kepolisian Inggris telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden penusukan massal di sebuah kereta api yang melaju menuju London. Serangan yang menyebabkan 11 orang terluka ini ternyata bukan merupakan aksi terorisme.
Dua pelaku, keduanya warga negara Inggris, telah berhasil diamankan oleh pihak berwajib. Meskipun demikian, unit antiterorisme sempat dilibatkan dalam penyelidikan awal untuk memastikan tidak ada keterkaitan dengan jaringan teror.

"Pada tahap ini, tidak ada indikasi yang mengarah pada kesimpulan bahwa ini adalah insiden teroris," tegas Inspektur John Loveless dari Kepolisian Transportasi Inggris, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari Reuters.
Kedua tersangka pelaku adalah pria berusia 32 tahun, seorang warga negara Inggris berkulit hitam, dan pria berusia 35 tahun keturunan Karibia. Keduanya lahir dan besar di Inggris. Motif di balik serangan brutal ini masih menjadi misteri dan tengah diselidiki lebih lanjut.
Kereta api tempat kejadian perkara melakukan pemberhentian darurat di Huntingdon, sekitar 130 kilometer sebelah utara London, setelah insiden penusukan terjadi. Penangkapan kedua pelaku dilakukan oleh polisi bersenjata.
Dari 11 korban yang mendapatkan perawatan medis, empat di antaranya telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun, dua pasien lainnya masih berada dalam kondisi kritis dan nyawa mereka terancam.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menggambarkan insiden ini sebagai "peristiwa mengerikan" yang menimbulkan "kekhawatiran mendalam". Menteri Dalam Negeri, Shabana Mahmood, juga mengungkapkan kesedihannya atas kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai motif pelaku.
