Internationalmedia.co.id melaporkan, konflik di Gaza mencapai titik kritis. Serangan besar-besaran Israel telah memaksa ratusan ribu warga Palestina meninggalkan rumah mereka. Badan Pertahanan Sipil Gaza, yang berada di bawah kendali Hamas, mencatat angka pengungsi mencapai 450.000 jiwa. Angka ini disampaikan oleh Mohamed al-Mughayir, seorang pejabat badan tersebut, kepada kantor berita AFP pada Sabtu (20/9/2025).
Pihak militer Israel sendiri memberikan estimasi sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 480.000 orang. Pernyataan ini disampaikan menyusul imbauan mereka kepada warga Gaza untuk segera mengungsi ke selatan, seiring dengan intensifikasi serangan darat di pusat kota Gaza. Pada Jumat (19/9/2025), militer Israel memperingatkan operasi militer dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Serangan intensif ini juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Militer Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 10 anggota Hamas dan menghancurkan sejumlah infrastruktur yang diduga digunakan kelompok tersebut. Di wilayah Khan Younis dan Rafah, selatan Jalur Gaza, operasi militer juga dilaporkan menewaskan beberapa anggota Hamas. Sementara itu, otoritas kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan setidaknya 22 korban tewas akibat serangan terbaru Israel. Internationalmedia.co.id perlu menekankan bahwa angka korban ini belum terverifikasi secara independen dan belum membedakan antara warga sipil dan militan.
Situasi semakin mencekam dengan penutupan Jalan Salah al-Din, salah satu rute evakuasi utama menuju selatan. Kini, warga Gaza hanya dapat mengungsi melalui jalan pesisir Rashid. Krisis kemanusiaan ini terus berkembang dan membutuhkan perhatian internasional yang mendesak.
