Internationalmedia.co.id melaporkan, jagat hiburan Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan penghentian penayangan acara bincang-bincang larut malam populer, Jimmy Kimmel Live, tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil oleh American Broadcasting Company (ABC) menyusul kontroversi komentar Jimmy Kimmel terkait pembunuhan Charlie Kirk, influencer pro-Donald Trump.
Pengumuman ABC, yang dikutip dari AFP pada Kamis (18/9/2025), menggunakan istilah yang umum di industri televisi untuk mengistilahkan penghentian sebuah program. Namun, istilah ini memicu spekulasi dan beragam reaksi. Presiden Trump sendiri menyambut baik kabar tersebut melalui media sosialnya pada Rabu (17/9), menyebutnya sebagai "kabar baik bagi Amerika". Ia menambahkan bahwa acara Kimmel yang menurutnya memiliki rating yang buruk telah dibatalkan.

Kehebohan ini bermula dari komentar Kimmel dalam monolognya pada Senin (15/9) mengenai pembunuhan Kirk yang ditembak di Utah pekan lalu. Kimmel mengkritik keras reaksi Trump atas kematian Kirk, menganggapnya sebagai reaksi yang tidak pantas dan tidak dewasa. Ia juga menyoroti upaya kubu pendukung Trump untuk memanipulasi narasi seputar pembunuhan tersebut demi keuntungan politik. Kimmel bahkan mengejek reaksi Trump, menyebutnya sebagai reaksi layaknya anak empat tahun yang kehilangan ikan emasnya.
Tak tinggal diam, Trump membalas dengan menyebut Kimmel sebagai sosok yang tidak berbakat dan memiliki rating yang lebih buruk dari Stephen Colbert. Ia bahkan memuji ABC atas keberaniannya menghentikan acara tersebut. Menariknya, penghentian "The Late Show" yang dipandu Colbert beberapa waktu lalu juga sempat menimbulkan kontroversi, dengan berbagai spekulasi mengenai campur tangan politik di baliknya. Meskipun CBS mengklaim keputusan tersebut murni finansial, banyak pihak menduga adanya perubahan arah editorial di Paramount, induk perusahaan CBS, selama masa jabatan kedua Trump.
Kasus ini pun kembali menyoroti kaitan antara dunia hiburan dan politik di AS, serta dampak komentar publik figur terhadap dinamika politik negara tersebut. Penyelidikan lebih lanjut mengenai motif di balik penghentian Jimmy Kimmel Live masih dinantikan.
