Penggerebekan besar-besaran dilakukan pasukan keamanan Israel di jantung kota Ramallah, Tepi Barat. Internationalmedia.co.id melaporkan, operasi tersebut menghasilkan penyitaan uang tunai senilai 1,5 juta Shekel atau setara Rp 7,3 miliar yang diduga sebagai "dana teror". Sembilan tersangka ditangkap, sementara puluhan warga Palestina lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Menurut laporan Bulan Sabit Merah yang dikutip oleh AFP, penggerebekan yang terjadi Selasa (26/8) lalu menyasar sebuah tempat penukaran uang. Juru bicara Kepolisian Israel menyatakan bahwa bisnis tersebut digunakan untuk menyalurkan dana kepada kelompok Hamas. Uang yang disita terdiri dari berbagai mata uang asing, termasuk dolar AS, dinar Yordania, dan Euro.

Operasi ini bukan yang pertama kalinya. Sejak perang Gaza pecah Oktober 2023, Israel meningkatkan intensitas serangan di Tepi Barat, khususnya di wilayah utara. Beberapa operasi sebelumnya juga menargetkan kantor penukaran uang di wilayah yang diduduki Tel Aviv sejak 1967 ini.
Konflik yang berkepanjangan ini telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Data dari Otoritas Palestina menyebutkan sedikitnya 972 warga Palestina tewas, sementara angka dari pihak Israel mencatat 36 warga negaranya meninggal dunia. Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat, membuat operasi-operasi seperti ini semakin sering terjadi. Peristiwa ini pun menambah daftar panjang konflik yang tak kunjung usai di wilayah tersebut.
