internationalmedia.co.id – Misteri kematian tragis Lilis Pitriani (29) akhirnya terungkap setelah pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku yang selama ini menjadi buron. Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi terikat di sebuah parit di Bandar Lampung tersebut ternyata menjadi korban kekejaman orang terdekatnya sendiri. Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, pelaku yang telah diamankan polisi teridentifikasi sebagai Rizki (25), yang memiliki hubungan darah sebagai sepupu korban.
Penangkapan dilakukan oleh tim Satreskrim Polresta Bandar Lampung di lokasi persembunyian pelaku, yakni di wilayah Way Galih, Lampung Selatan. Operasi penangkapan tersebut berlangsung pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah berhasil diringkus, Rizki langsung dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami motif di balik aksi keji tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Regan Kusuma Wardani, mengonfirmasi bahwa pelaku telah mengakui seluruh perbuatannya. Dalam interogasi awal, terungkap bahwa aksi pembunuhan tersebut dilakukan dengan cara yang sangat brutal. Pelaku menggunakan sepotong kayu balok untuk memukul korban hingga tewas. Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku kemudian membuang jasad korban ke dalam parit dan berusaha menyembunyikannya dengan menutupi tubuh korban menggunakan material batu serta kayu-kayu.
"Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Berdasarkan pengakuan awal, dia memukul korban menggunakan balok kayu sebelum akhirnya memasukkan jasad korban ke dalam parit dan menutupinya dengan material batu serta kayu," ujar Kompol Regan kepada awak media.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa sepotong kayu balok yang diduga kuat digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Namun, polisi masih melakukan upaya pencarian terhadap ponsel milik korban. Diketahui, pelaku sempat membuang ponsel tersebut untuk menghilangkan jejak dan menghilangkan bukti komunikasi yang mungkin berkaitan dengan motif pembunuhan.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Eko Bagus Riyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja cepat dan profesional yang ditunjukkan oleh jajaran Kasat Reskrim beserta seluruh personel di lapangan. Keberhasilan mengungkap kasus ini dalam waktu singkat dianggap sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Saya mengapresiasi kerja keras seluruh anggota yang telah bekerja secara profesional hingga terduga pelaku berhasil diamankan. Saya tekankan agar perkara ini diusut tuntas, sehingga seluruh fakta terungkap dan keluarga korban mendapatkan kepastian hukum serta keadilan yang semestinya," tegas Kombes Eko Bagus Riyadi.
Polresta Bandar Lampung menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan secara transparan dan profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Kasus ini menjadi perhatian publik karena tingkat kekejaman yang dilakukan oleh anggota keluarga sendiri, yang seharusnya menjadi pelindung bagi korban.
