internationalmedia.co.id – Intensitas hujan yang sangat tinggi dalam dua hari terakhir telah memicu bencana banjir di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Luapan air sungai dilaporkan telah merendam sedikitnya enam desa di Kecamatan Pante Ceureumen, yang menyebabkan aktivitas warga serta akses jalan terganggu secara signifikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengonfirmasi bahwa bencana ini merupakan dampak langsung dari curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan laporan yang dihimpun, air mulai merangsek masuk ke permukiman warga dan menggenangi jalanan sejak Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Dharmawan, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Hingga menjelang tengah malam, intensitas hujan di kawasan Pante Ceureumen terpantau masih cukup tinggi, sehingga debit air sungai terus meningkat dan menyebabkan beberapa desa tetap terendam.
Adapun enam desa atau gampong yang terdampak langsung oleh luapan air sungai ini adalah Desa Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, dan Canggai. Keadaan ini memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan permukaan air yang lebih tinggi.
Menanggapi situasi darurat tersebut, BPBD Aceh Barat telah mengambil langkah cepat dengan menyiagakan personel di posko markas komando. Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) dikerahkan untuk melakukan pemantauan secara intensif dan nonstop guna mengantisipasi perkembangan situasi yang mungkin memburuk.
"Sesuai dengan arahan pimpinan, tim kami terus memantau perkembangan di lapangan secara intensif. Kami juga telah menyiagakan tim rescue untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat, termasuk proses evakuasi jika sewaktu-waktu kondisi memerlukan tindakan lebih lanjut," ujar Dharmawan saat memberikan keterangan di Meulaboh.
Meski situasi di lapangan cukup mencekam, pihak berwenang memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa banjir tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan kesiapan tim di lapangan.
Terkait dampak kerusakan, BPBD menyatakan bahwa pendataan terhadap kerugian material maupun kerusakan infrastruktur masih dalam proses. Pendataan secara menyeluruh baru bisa dilakukan secara akurat setelah air benar-benar surut dari permukiman warga.
Dalam upaya penanganan darurat, BPBD tidak bekerja sendiri. Berbagai unsur terkait serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat turut dikerahkan untuk memantau kondisi lingkungan masing-masing. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi sangat diperlukan untuk mengantisipasi adanya banjir susulan akibat hujan lebat yang mungkin kembali mengguyur wilayah Aceh Barat.
