internationalmedia.co.id – Gelaran akbar Gandrung Sewu 2026 sukses mengukir sejarah baru dalam dunia pertunjukan seni di Indonesia. Festival budaya yang telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2012 ini melakukan terobosan besar dengan memadukan keanggunan tari tradisional Gandrung dengan kecanggihan teknologi modern. Untuk pertama kalinya, pertunjukan kolosal ini disajikan pada malam hari dengan konsep glow in the dark serta menampilkan atraksi drone fireworks yang memukau mata para penonton.
Inovasi ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi strategi besar untuk mengangkat martabat budaya lokal ke kancah internasional. Kehadiran teknologi drone fireworks yang pertama kali diperkenalkan dalam skala pertunjukan seperti ini di Indonesia, memberikan dimensi baru pada narasi budaya Banyuwangi. Hal ini sejalan dengan upaya menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia yang mampu bersaing dengan pertunjukan global lainnya.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa konsep pertunjukan malam hari ini lahir dari hasil observasi langsung di lapangan. Menurutnya, suasana magis yang tercipta dari perpaduan antara penari dan pencahayaan khusus sangat cocok untuk memperkuat aura mistis sekaligus estetis dari tarian Gandrung. "Ini adalah momen luar biasa. Kami ingin menarasikan keindahan Banyuwangi tidak hanya di mata masyarakat Indonesia, tetapi juga di mata dunia melalui inovasi teknologi ini," ujar Maya dalam keterangan resminya.
Dukungan penuh juga datang dari InJourney selaku holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata. Melalui program "InJourney Peduli Budaya", perusahaan berkomitmen untuk terus mempreservasi kekayaan budaya nusantara. Maya memastikan bahwa dukungan terhadap pelestarian budaya seperti Gandrung Sewu akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk investasi sosial dan budaya.
Antusiasme masyarakat terhadap Gandrung Sewu 2026 yang digelar di Pantai Boom, Marina, pada Sabtu lalu, tergolong sangat masif. Ribuan penonton dari berbagai penjuru tanah air telah memadati lokasi sejak siang hari. Saking padatnya lautan manusia yang hadir, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama tamu undangan lainnya bahkan harus berjalan kaki menuju area utama pertunjukan. Bahkan, sejumlah artis ternama seperti Kunto Aji dan Project Pop juga turut merasakan kepadatan massa yang luar biasa tersebut.
Tidak hanya penonton yang hadir secara fisik, kekuatan digital Gandrung Sewu juga terlihat dari tingginya angka penonton di kanal YouTube resmi Pemkab Banyuwangi yang mencapai ratusan ribu penonton secara langsung.
Menanggapi fenomena ini, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk InJourney, Pelindo, serta para seniman dan budayawan yang telah mendedikasikan karyanya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada sebagian warga yang belum bisa masuk ke area arena karena keterbatasan kapasitas akibat membludaknya pengunjung.
"Antusiasme yang luar biasa ini adalah bukti nyata besarnya kecintaan masyarakat terhadap seni budaya Banyuwangi. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan di masa depan agar lebih baik lagi," pungkas Ipuk.
