internationalmedia.co.id – Pemerintah Kota Bogor tengah memacu percepatan proyek pembangunan trase jalan baru di kawasan Batutulis, Bogor Selatan. Proyek strategis ini merupakan jalur pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang selama ini ditutup akibat bencana tanah longsor yang terjadi berulang kali. Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyatakan bahwa progres pembangunan saat ini telah menunjukkan tren positif yang signifikan.
Berdasarkan laporan terbaru, capaian pembangunan jalan baru tersebut kini telah menyentuh angka 79 persen. Pemerintah Kota Bogor menargetkan seluruh rangkaian proyek ini, termasuk infrastruktur pendukungnya, dapat rampung sepenuhnya pada akhir Oktober mendatang. Hal ini menjadi prioritas utama mengingat urgensi kebutuhan mobilitas warga serta persiapan menyambut ajang olahraga bergengsi.

"Saya mendapatkan informasi capaian sudah di angka 79 persen. Alhamdulillah, semoga sesuai dengan target, pada akhir bulan Oktober ini pembangunan bisa selesai 100 persen," ujar Dedie kepada awak media pada Kamis (8/10/2026).
Keberhasilan penyelesaian proyek ini sangat krusial karena Kota Bogor akan bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang dijadwalkan mulai berlangsung pada awal November. Jalur baru ini diproyeksikan menjadi akses vital bagi para atlet dan penonton yang akan menuju berbagai venue pertandingan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Dengan adanya trase baru ini, diharapkan kemacetan dan kendala aksesibilitas selama Porprov dapat diminimalisir secara maksimal.
Dedie menekankan pentingnya aspek keamanan pada infrastruktur baru ini, terutama pada bagian underpass Batutulis. Ia ingin memastikan bahwa saat jalur tersebut dibuka untuk umum, seluruh konstruksi telah benar-benar stabil dan aman untuk dilintasi kendaraan. "Saya ingin memastikan nanti saat dibuka untuk masyarakat dan menjelang Porprov, kondisinya sudah aman dan sudah bisa dilalui dengan nyaman," tambahnya.
Secara teknis, pengerjaan utama pada jalur utama Jalan Saleh Danasasmita yang baru telah memasuki tahap akhir, di mana proses betonisasi telah selesai dilakukan. Selain itu, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), sistem saluran air, hingga jalur pejalan kaki juga telah rampung dikerjakan.
Namun, terdapat catatan khusus terkait penataan lahan di sekitar lokasi proyek. Dedie menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan pembongkaran terhadap bangunan-bangunan ilegal yang masih berdiri di ujung trase baru. Lahan tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi area hijau atau taman yang akan terintegrasi dengan kawasan Leuweung Batutulis.
Sebelumnya, proyek ini sempat mengalami tantangan teknis yang cukup kompleks. Salah satu kendala utama adalah kondisi tanah lempung di lokasi pembangunan yang memerlukan penanganan khusus agar struktur jalan tetap kokoh. Selain itu, terdapat perbedaan lebar antara jalur lama dan jalur baru yang menuntut ketelitian ekstra dalam proses konstruksi. Meski sempat mengalami sedikit deviasi, percepatan pengerjaan berhasil membawa proyek ini kembali sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
