internationalmedia.co.id – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di tengah kegiatan gotong royong warga di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Niat hati ingin membantu membongkar sebuah bangunan yang sudah tidak terpakai, dua orang warga justru harus mengalami musibah fatal setelah tertimpa reruntuhan tembok yang tiba-tiba ambruk. Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu lainnya mengalami luka serius.
Peristiwa nahas tersebut berlangsung di Desa Lembeyen Wetan pada Jumat siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, sejumlah warga sedang berkumpul untuk melakukan pembongkaran sebuah rumah kosong yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Namun, di tengah proses pengerjaan, struktur bangunan yang tidak stabil tersebut mendadak runtuh dan menghantam para pekerja di bawahnya.

Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Sabar, seorang pria lanjut usia berusia 69 tahun. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Sabar tidak sempat menyelamatkan diri saat tembok besar tersebut roboh ke arahnya. Tubuhnya tertimbun material bangunan yang berat, yang mengakibatkan luka robek sangat serius di bagian belakang kepala. Akibat hantaman keras tersebut, nyawa pria lansia itu tidak dapat terselamatkan.
Selain korban jiwa, seorang warga lainnya bernama Miranto juga menjadi korban dalam insiden ini. Miranto mengalami luka-luka pada bagian kaki setelah tertimpa material bangunan yang ikut berjatuhan saat tembok ambruk. Ia segera mendapatkan penanganan medis setelah kejadian tersebut untuk memastikan tidak ada cedera internal yang membahayakan nyawanya.
Kapolsek Lembeyen, Kompol Rohmadi, mengonfirmasi kejadian tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah yang sedang dibongkar tersebut sebenarnya adalah milik kerabat dari para korban. Bangunan itu sudah lama dibiarkan kosong karena pemiliknya telah pindah dan membangun tempat tinggal baru di luar kota. Karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni dan dianggap membahayakan lingkungan sekitar, warga pun berinisiatif untuk membongkarnya secara gotong royong.
"Bangunan tersebut tiba-tiba ambruk secara mendadak. Korban tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghindar hingga akhirnya tertimbun material. Sementara itu, kaki Miranto juga tertimpa reruntuhan saat kejadian berlangsung," ujar Kompol Rohmadi saat memberikan keterangan kepada media.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan medis terhadap kedua korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi memastikan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan kerja saat kegiatan gotong royong berlangsung. Tidak ditemukan adanya indikasi tindak kriminalitas atau unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.
"Kami pastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini. Korban meninggal dunia murni karena tertimpa reruntuhan tembok. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban," tegas Rohmadi menutup keterangannya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan ekstra saat melakukan pekerjaan pembongkaran bangunan tua yang memiliki risiko struktur yang tidak stabil.
