Pencarian ratusan penumpang KM Virgo Transport 8 yang karam di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih menghadapi tantangan berat. Hingga kini, mayoritas korban belum berhasil ditemukan, memicu kekhawatiran mendalam. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa tim SAR gabungan, yang telah beroperasi selama lebih dari seminggu, terus berjibaku dengan kondisi ekstrem di lokasi kejadian, menghambat upaya evakuasi.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa upaya pencarian tidak berjalan mulus. "Kondisi cuaca ekstrem, gelombang tinggi yang terus-menerus, serta kuatnya arus bawah laut menjadi penghalang utama," jelas Syafii saat dihubungi. Ia menambahkan, visibilitas yang sangat terbatas di dalam bangkai kapal juga menyulitkan penyelam untuk menyisir setiap sudut dan menemukan korban. "Kondisi bawah laut yang tidak stabil membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan penuh perhitungan," tambahnya, menyoroti risiko tinggi bagi para penyelam.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan karam pada Minggu (13/9) lalu, setelah diterjang cuaca buruk dan gelombang tinggi saat melintasi Laut Jawa. Insiden tragis ini telah memicu operasi pencarian besar-besaran yang kini memasuki hari kesepuluh. Dari total 243 penumpang yang terdaftar dalam manifes, data terakhir hingga Selasa (22/9) menunjukkan 126 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 penumpang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, sementara 18 lainnya ditemukan meninggal dunia. Ini berarti, sebanyak 117 jiwa masih berstatus hilang dan terus dicari.
Menyikapi kondisi sulit ini, Syafii menegaskan bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya. Pencarian dilakukan melalui jalur laut dengan kapal-kapal SAR, pemantauan udara menggunakan helikopter, serta pengerahan tim penyelam elit dari Basarnas Special Group (BSG). "Setiap penyelaman dilakukan dengan perhitungan matang, memprioritaskan keselamatan personel kami. Arus yang kuat dan visibilitas rendah di bawah laut memang menuntut kehati-hatian ekstra," ujar Syafii.
Ia juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban. "Kami sangat memahami kegelisahan dan harapan keluarga yang menanti kabar. Meskipun medan pencarian sangat menantang, kami berkomitmen untuk melanjutkan upaya menemukan korban selama operasi masih memungkinkan dan aman bagi tim kami," pungkasnya, menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan secara maksimal demi memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.
