Jakarta – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) baru saja mengukir prestasi gemilang dengan meraih Anugerah Ekonomi Hijau dari internationalmedia.co.id. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasionalnya, khususnya di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Anugerah bergengsi ini diselenggarakan oleh internationalmedia.co.id untuk mengapresiasi korporasi, lembaga, dan organisasi yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). NHM berhasil menonjol berkat program-programnya yang tidak hanya berdampak positif secara ekologis, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sosial dan ekonomi masyarakat. Kategori ‘Kontribusi Ekonomi Kemasyarakatan’ menjadi salah satu rumpun nominasi yang berhasil disabet NHM, setelah melalui proses penilaian kualitatif ketat oleh Komite Asesmen internationalmedia.co.id yang menyoroti dampak dan komitmen keberlanjutan program.

Salah satu inisiatif kunci yang mengantarkan NHM pada penghargaan ini adalah program pelestarian ekosistem mangrove. Bertempat di Desa Kao, Kecamatan Kao, areal seluas kurang lebih 1 hektare telah menjadi fokus upaya konservasi ini. Ekosistem mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan pesisir, berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi, serta menjadi habitat penting bagi beragam jenis biota laut.
Tonggak penting inisiatif ini dimulai pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 5 Juni 2023, melalui kegiatan penanaman mangrove kolaboratif. NHM menggandeng berbagai pihak strategis, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, masyarakat lokal, serta LSM Green Kaidati. Hingga kini, sekitar 4.600 bibit mangrove telah berhasil ditanam, termasuk melalui proses penyulaman yang cermat untuk memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan optimal. Jenis mangrove yang ditanam meliputi Rhizophora mucronata, Sonneratia caseolaris, dan Mangrove Raja (Rhizophora albino).
Wakil Direktur Operasi sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM, Rara Dodo Lawolo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung, mulai dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara hingga Pemerintah Desa Kao. "Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar," tegas Rara. Ia menambahkan bahwa melalui Komunitas Green Kaidati, NHM juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan mendukung infrastruktur pembibitan mangrove dan mengembangkan potensi ekowisata di masa depan.
Inisiatif pelestarian mangrove ini merupakan bagian integral dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) NHM yang lebih luas, menjangkau 83 desa di lima kecamatan sekitar tambang, yaitu Kao, Kao Teluk, Kao Barat, Kao Utara, dan Malifut. PPM ini mencakup spektrum bidang yang komprehensif, mulai dari pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, hingga penguatan kelembagaan masyarakat. Komitmen NHM terhadap masyarakat lokal juga terlihat dari penyerapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 70% dari total karyawan perusahaan.
Keterlibatan aktif masyarakat lokal, mulai dari penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, hingga penyulaman, menjadi fondasi utama keberhasilan program ini. Pendekatan partisipatif ini tidak hanya menumbuhkan rasa memiliki, tetapi juga menjamin keberlanjutan upaya pelestarian mangrove di Desa Kao untuk jangka panjang. Kolaborasi erat dengan DLH Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, dan Pemerintah Desa Kao juga terus diperkuat untuk memastikan mangrove yang telah ditanam dapat terus terpelihara dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial berkelanjutan.
Dedikasi NHM dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, dengan memperhatikan keseimbangan antara kegiatan operasional perusahaan, kelestarian ekosistem, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat, telah membuahkan hasil. Penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau ini menjadi validasi atas upaya konsisten NHM dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kesadaran dan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Acara penganugerahan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, hingga Pemimpin Redaksi internationalmedia.co.id Ardhi Suryadhi, menandakan pentingnya pengakuan terhadap praktik ekonomi hijau di Indonesia.
