Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah serius menggenjot transformasi digital dalam pelayanan publik, khususnya perlindungan sosial. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi bukan terletak pada banyaknya aplikasi yang dibuat, melainkan pada kemampuannya menyelesaikan persoalan masyarakat dan mendekatkan layanan. Hal ini disampaikan Rini dalam keterangannya, baru-baru ini.
Mengusung semangat ‘Data Dipadankan. Hak Warga Dipastikan’, Rini menekankan bahwa percepatan perlindungan sosial digital adalah gerakan nyata yang harus mudah diakses, inklusif, dan tepat sasaran bagi seluruh rakyat Indonesia. Visi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pengurangan aplikasi pemerintah yang tidak terintegrasi dan mendorong penggunaan teknologi untuk menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Rini kembali menegaskan, tolok ukur keberhasilan transformasi digital bukanlah pada jumlah aplikasi yang berhasil diluncurkan. Sebaliknya, kesuksesan diukur dari seberapa banyak kesulitan warga yang berhasil diatasi. Teknologi, menurutnya, tidak boleh hanya memindahkan kerumitan dari loket fisik ke layar digital. Justru, teknologi harus mampu memangkas tahapan birokrasi, menghubungkan data antarlembaga, dan secara fundamental mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah tengah membangun Digital Public Infrastructure (DPI). Ini adalah fondasi digital bersama yang dirancang agar aman, terstandar, dan dapat digunakan secara lintas layanan. DPI mencakup identitas digital untuk memastikan keabsahan data warga, sistem pertukaran data yang memungkinkan masyarakat tidak perlu lagi menyerahkan informasi yang sama berulang kali, serta sistem pembayaran digital untuk memastikan bantuan diterima secara cepat, aman, dan tercatat. Fondasi ini tidak ditujukan untuk satu aplikasi atau kementerian saja, melainkan dapat dimanfaatkan bersama untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik.
Perlindungan sosial menjadi salah satu area penerapan DPI yang sangat krusial. Di sinilah kualitas integrasi pemerintah diuji secara langsung oleh kehidupan nyata masyarakat, memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Pada kesempatan yang sama, Rini menyoroti kemajuan signifikan yang ditunjukkan oleh Kabupaten Sumedang dalam pelaksanaan pendataan Perlinsos. Sebanyak 111.077 kepala keluarga (KK) di Sumedang telah berhasil terdaftar di Portal Perlinsos, mencapai 24,23% dari total 458.418 KK. Angka ini, menurut Rini, adalah bukti nyata adanya kepemimpinan yang kuat, kolaborasi yang tumbuh subur dari tingkat kecamatan hingga desa, dan momentum positif yang terus terjaga.
Yang menarik, sebagian besar masyarakat, yakni 91,91%, melakukan pendaftaran di Portal Perlinsos melalui pendampingan agen. Dari 3.847 agen yang disiagakan di Sumedang, 59,24% di antaranya telah aktif mendampingi masyarakat dari rumah ke rumah. Para agen ini tidak hanya membantu proses pendaftaran, tetapi juga berperan menjelaskan prosedur dengan bahasa yang mudah dipahami, mendampingi warga dari awal hingga akhir, serta memberikan pemahaman penting mengenai keamanan data dan proses pendataan.
Rini berharap, langkah yang dimulai dan diperkuat dari Sumedang ini dapat menjadi contoh nyata. "Semoga langkah yang kita mulai dan perkuat dari Sumedang hari ini menjadi contoh bahwa pemerintahan digital bukan sekadar membuat negara terlihat lebih modern, tetapi membuat negara lebih hadir dan hidup masyarakat lebih mudah," pungkas Rini.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan Menteri PANRB untuk meninjau langsung pendataan Perlinsos di wilayahnya. Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan dukungan penuh terhadap program Perlinsos, yang dinilai memiliki dampak positif signifikan bagi masyarakat penerima manfaat. "Melalui pendataan program Perlinsos dapat memastikan ketepatan sasarannya dan tentunya anggarannya agar lebih efisien dan tentunya akan berdampak pada pembangunan di negara kita," kata Dony, mengakhiri.
