Jakarta – Internationalmedia.co.id – News, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa baru-baru ini dianugerahi Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Penghargaan ini bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan pengakuan atas dedikasi serta kedekatannya dengan keluarga besar veteran, sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa esensi perjuangan bangsa telah bergeser dari medan perang ke tantangan kontemporer.
Penganugerahan bergengsi ini dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Malang pada Rabu, 12 Agustus 2026. Khofifah mengungkapkan bahwa penganugerahan ini datang sebagai kejutan, baru diketahuinya dua hari sebelum acara. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai sebuah amanah besar untuk terus mengobarkan semangat juang para pahlawan bangsa. "Penghargaan ini bukan semata sebagai sebuah kehormatan, melainkan sebagai amanah bagi kita bersama untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara," tegas Khofifah dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Khofifah, semangat perjuangan para veteran harus terus diwarisi oleh generasi penerus, meskipun bentuk dan medan pertempurannya telah berubah drastis. Jika di masa lalu perjuangan identik dengan mengangkat senjata demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan diwujudkan dalam upaya menjaga kedaulatan bangsa dari berbagai ancaman non-militer. Ia menyoroti isu-isu seperti kebodohan, kemiskinan, penyebaran hoaks, hingga potensi perpecahan sebagai musuh bersama yang harus dihadapi.
"Kalau kita sekarang berjuang untuk bisa melawan kebodohan, melawan hoaks, melawan kemiskinan, melawan perpecahan dan menjaga persatuan," ujarnya. Perubahan ini, lanjut Khofifah, adalah konsekuensi logis dari perkembangan zaman. Ancaman terhadap bangsa tidak lagi melulu berbentuk agresi militer, melainkan juga muncul dari persoalan sosial, ekonomi, hingga dampak negatif perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, bela negara di era modern diaktualisasikan melalui dedikasi dalam bidang tugas dan profesi masing-masing.
Khofifah menekankan, "Bela negara hari ini bukan hanya tentang mengangkat senjata. Bela negara diwujudkan dengan belajar dan bekerja sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum, menjaga lingkungan, melawan hoaks, menggunakan media sosial secara bijak, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara." Semangat perjuangan ini, imbuhnya, juga harus diarahkan untuk mengatasi kesenjangan, korupsi, dan berbagai persoalan sosial lainnya agar kemerdekaan benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih adil dan sejahtera.
Ia juga menegaskan pentingnya kebersamaan dan kegotongroyongan sebagai kekuatan fundamental untuk menghadapi tantangan tanpa kehilangan jati diri bangsa. Para veteran, menurut Khofifah, bukan sekadar bagian dari catatan sejarah, melainkan living history – sejarah hidup yang menjadi saksi perjalanan bangsa dan sumber teladan keberanian, pengorbanan, disiplin, solidaritas, serta semangat pantang menyerah. "Dari para veteran, kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, keikhlasan, solidaritas, semangat pantang menyerah dan kecintaan yang tulus kepada Tanah Air," ucapnya.
Mengingat posisi strategis Jawa Timur dalam sejarah kemerdekaan, khususnya peristiwa 10 November 1945, Khofifah menyerukan agar Hari Veteran Nasional tidak berhenti pada seremonial belaka. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa perjuangan adalah proses berkelanjutan yang beradaptasi dengan tantangan zaman. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah daerah hingga dunia pendidikan dan komunitas, untuk memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, pengamalan Pancasila, dan semangat bela negara pada generasi muda.
"Kita ingin generasi muda Jawa Timur menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus memiliki akar kebangsaan yang kuat dengan senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada LVRI atas kontribusinya dalam menanamkan nilai-nilai kejuangan, serta berkomitmen memperkuat sinergi dengan organisasi kepahlawanan lainnya.
Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI, Bupati dan Wali Kota se-Malang Raya, serta sejumlah pejabat militer daerah. (akn/ega) – Sumber: internationalmedia.co.id
