Pangandaran digegerkan oleh sebuah kasus penipuan jual beli kendaraan yang melibatkan seorang pria lanjut usia. AS, 69 tahun, kini harus berurusan dengan hukum setelah nekat membeli sepeda motor Honda Supra X menggunakan lembaran uang mainan. Pelaku berhasil diringkus setelah satu bulan menjadi buronan polisi. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden ini berawal di Dusun Sinargalih, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi.
Transaksi yang semula berjalan normal antara AS dan penjual motor mendadak berubah menjadi drama hukum. Setelah kesepakatan tercapai dan pembayaran dilakukan, korban baru menyadari kejanggalan pada tumpukan uang yang diterimanya. Bukan uang rupiah asli yang berpindah tangan, melainkan puluhan lembar uang mainan yang digunakan AS untuk melunasi pembelian motor tersebut. Merasa ditipu mentah-mentah, korban segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Kepala Kepolisian Resor Pangandaran, AKBP Ikrar Potowari, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat laporan korban yang mencurigai alat pembayaran yang digunakan. "Uang yang dipakai untuk transaksi jual beli kendaraan roda dua tersebut ternyata berupa uang mainan pecahan Rp100.000," ujar AKBP Ikrar Potowari, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id, Jumat (31/7/2026). Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut.
Proses penangkapan AS tidak berlangsung mudah. Pelaku sempat melarikan diri ke daerah tetangga selama satu bulan penuh. Laporan diterima pada 26 Juni 2026, namun AS baru berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Kabupaten Ciamis pada 24 Juli 2026. Dari tangan AS, petugas berhasil menyita satu unit sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi Z 5673 WF beserta dokumen asli seperti STNK dan BPKB yang sempat berpindah kepemilikan. Selain itu, 49 lembar uang mainan pecahan Rp100.000 dengan nomor seri yang identik satu sama lain juga diamankan sebagai barang bukti.
Saat ini, AS telah ditahan di Polres Pangandaran untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam interogasinya, AS mengaku bahwa uang mainan tersebut tidak ia cetak sendiri, melainkan didapatkan dari seseorang berinisial LL. Pihak kepolisian kini tengah mendalami keterangan AS untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus penipuan ini dan memastikan motif di balik aksi nekat pensiunan tersebut.
