Internationalmedia.co.id – News – Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta mengusulkan langkah revolusioner untuk mengawasi sistem perparkiran di ibu kota. Mereka mendorong penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara ekstensif. Usulan ini diharapkan menjadi kunci untuk menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Jakarta.
Gagasan ini muncul setelah Ketua Pansus, Ahmad Lukman Jupiter, bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Pusdatin DPMPTSP DKI Jakarta belum lama ini. Jupiter mengakui upaya Dinas Perhubungan yang telah memulai digitalisasi pembayaran parkir. Namun, menurutnya, itu belum sepenuhnya mengatasi masalah mendasar.

"Digitalisasi pembayaran saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan sistem pengawasan yang mampu memastikan setiap transaksi tercatat secara akurat dan transparan," ujar Jupiter, seperti dikutip internationalmedia.co.id. Ia menyoroti bahwa sistem pembayaran digital yang ada saat ini masih bergantung pada inisiatif juru parkir untuk mengoperasikan aplikasi melalui ponsel. Kondisi ini, kata Jupiter, masih membuka peluang terjadinya transaksi tunai yang tidak tercatat dalam sistem, sehingga potensi kebocoran PAD tetap tinggi.
Penerapan CCTV yang terintegrasi dengan AI menjadi solusi utama yang diusulkan. Teknologi ini memungkinkan pemerintah menghitung jumlah kendaraan yang masuk dan keluar di setiap lokasi parkir secara otomatis. Data tersebut kemudian dapat dicocokkan secara real-time dengan transaksi yang tercatat dalam sistem pembayaran elektronik. "Dengan AI, potensi selisih atau penyimpangan bisa segera terdeteksi. Pengawasan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada laporan petugas di lapangan, melainkan didukung oleh data objektif dan akuntabel," jelas Jupiter.
Lebih lanjut, Pansus DPRD DKI mendorong terwujudnya ekosistem perparkiran yang terintegrasi secara menyeluruh. Integrasi ini mencakup data perizinan, operasional parkir, transaksi elektronik, CCTV, electronic automatic identification (EAI), hingga pengawasan berbasis AI dalam satu sistem yang saling terhubung. Pemanfaatan teknologi ini dinilai krusial untuk memastikan tata kelola parkir yang lebih transparan dan akuntabel, sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor perparkiran.
"Satu rupiah pun uang rakyat harus dikelola secara transparan dan akuntabel," tegas Jupiter. Ia menambahkan, teknologi harus menjadi instrumen utama untuk menghilangkan kebocoran pendapatan daerah dan menghadirkan pelayanan parkir yang modern, tertib, serta tepercaya bagi seluruh masyarakat Jakarta.
