Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan peringatan keras menyusul insiden truk molen yang tersangkut di kolong jembatan di Matraman, Jakarta Timur. Diduga kuat akibat kelalaian pengemudi yang asyik dengan telepon genggamnya, kejadian pada Kamis (16/7) ini memicu desakan Pramono agar pelaku ditindak sekeras-kerasnya, bahkan hingga pencabutan izin mengemudi. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pernyataan ini disampaikan Pramono sebagai respons atas maraknya kecelakaan kendaraan berat yang merusak fasilitas umum di ibu kota.
Dalam keterangannya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026), Pramono menegaskan bahwa penegakan hukum harus diperketat untuk mencegah terulangnya insiden serupa. "Siapa pun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya," ujar Pramono. Ia telah meminta Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Kakorlantas guna memastikan setiap pengemudi yang terbukti lalai mendapatkan sanksi yang setimpal. "Kalau perlu lisensi atau izinnya dicabut," tegasnya, menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menanggapi masalah ini.

Sanksi tegas ini bukan tanpa alasan. Pramono menekankan pentingnya disiplin di jalan raya dan tanggung jawab penuh setiap pengemudi terhadap keselamatan. Mengingat dampak fatal yang bisa ditimbulkan oleh kelalaian, terutama saat mengoperasikan kendaraan berat, ia menilai bahwa tindakan preventif melalui penegakan hukum yang keras adalah mutlak diperlukan.
Tanggung jawab, menurut Pramono, tidak hanya berhenti pada individu sopir. Perusahaan angkutan juga wajib memastikan bahwa pengemudi mereka mematuhi aturan lalu lintas dan berkendara dengan aman. Jika sebuah perusahaan terbukti abai dalam menyiapkan sopir yang tertib dan bertanggung jawab, Pramono mengancam akan memberikan teguran keras. "Maka perusahaannya yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang kemudian tertib dan sebagainya," jelasnya.
Pramono menegaskan bahwa stabilitas dan kelancaran aktivitas warga Jakarta tidak boleh terganggu oleh insiden yang merusak fasilitas publik akibat kelalaian. Oleh karena itu, langkah-langkah tegas, baik bagi pengemudi maupun perusahaan, diharapkan dapat menciptakan efek jera dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Sebelumnya, sebuah truk molen berukuran besar memang tersangkut di kolong jembatan yang terintegrasi dengan jembatan perlintasan kereta api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Kamis (16/7). Insiden ini menyebabkan kemacetan dan keprihatinan publik, yang kemudian direspons cepat oleh Gubernur DKI Jakarta.
