Jakarta – Sebuah terobosan signifikan dalam pengembangan potensi anak bangsa siap digulirkan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, ESQ Corp melalui pendirinya, Ary Ginanjar, berkomitmen penuh mendukung Sekolah Rakyat dengan menyediakan 100.000 kuota gratis program Talent DNA. Inisiatif ini bertujuan memetakan bakat dan minat siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027, sekaligus memperkuat ekosistem talenta demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dukungan masif ini disampaikan Ary Ginanjar dalam audiensi bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/7). Program Talent DNA gratis ini diharapkan menjadi kunci bagi ribuan siswa untuk tidak hanya mengenali potensi unik dalam diri mereka, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang personal dan relevan sesuai dengan karakter serta bakat masing-masing.

Menyambut baik inisiatif ini, Gus Ipul mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat akan segera memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026. Sebanyak 5.130 siswa baru akan mengikuti MPLS di 19 lokasi, dengan target penerimaan siswa mencapai 30.000 tahun ini, dan diproyeksikan melonjak hingga lebih dari 100.000 pada tahun ajaran berikutnya.
Efektivitas program ini telah dirasakan langsung oleh Putri, seorang siswi Sekolah Rakyat dari Pontianak. Melalui tayangan video yang diputar dalam audiensi, Putri berbagi pengalamannya setelah mengikuti Talent DNA. "Saya jadi tahu bahwa saya memiliki kekuatan dalam aspek kompetitif dan kemampuan memecahkan masalah (troubleshooter). Ini membuat saya jauh lebih yakin pada diri sendiri, lebih bersemangat, dan berani melangkah," tuturnya dengan antusias.
Ary Ginanjar menambahkan, selama setahun terakhir, ESQ telah aktif memantau perkembangan Sekolah Rakyat melalui pemetaan Talent DNA yang tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru dan kepala sekolah. "Pengalaman ini menegaskan betapa krusialnya pemetaan talenta bagi setiap anak," ujarnya, optimis bahwa seluruh anak Indonesia dapat menemukan jalan masa depannya. Senior Konsultan ESQ, Diana, turut memaparkan hasil pemetaan yang menunjukkan siswa Sekolah Rakyat unggul dalam karakter ketulusan, perfeksionis, kesetaraan, pemaaf, dan harmonis. Namun, ada beberapa area yang memerlukan penguatan, seperti kemampuan intuitif, kepercayaan diri, ketegasan, kapasitas mengarahkan, dan keterampilan menjelaskan.
Tidak berhenti pada pemetaan, ESQ juga memperkenalkan inovasi AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat. Konsep ini dirancang sebagai pendamping personal dan berkelanjutan bagi siswa dalam mengembangkan diri. "Ini adalah keunggulan utama Sekolah Rakyat, di mana setiap individu dihargai sesuai dengan talenta uniknya masing-masing," tegas Ary.
Gus Ipul menyambut antusias konsep tersebut dan mengusulkan agar filosofi "setiap siswa itu berharga sesuai talentanya" menjadi identitas kuat Sekolah Rakyat. "Itu sangat bagus, karena esensi Sekolah Rakyat memang terletak pada penghargaan terhadap nilai intrinsik setiap siswanya," pungkas Gus Ipul, mengakhiri pertemuan penting tersebut.
