Internationalmedia.co.id – News – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah intensif mendalami tiga kasus dugaan korupsi besar yang mencakup sektor batu bara, skandal ASABRI, serta permasalahan di Krakatau Steel. Penyelidikan ini telah berujung pada serangkaian penggeledahan di berbagai lokasi, termasuk rumah pribadi seorang pejabat tinggi. Dalam pusaran investigasi ini, nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, turut disebut-sebut, dengan pihak kepolisian tidak menutup peluang untuk memanggil dan memeriksanya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam jumpa pers pada Jumat (10/7/2026), menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung secara mendalam, baik dari aspek teknis maupun materiil. "Tim kami masih terus bergerak. Nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan untuk waktu kapan akan dilakukan pemanggilan, termasuk perkembangan dari perkara yang sedang ditangani," ujar Kombes Budi, mengindikasikan bahwa pengumuman tersangka akan segera dilakukan.

Budi menambahkan, pihaknya yakin dan percaya bahwa seluruh kementerian dan lembaga pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi. Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan program prioritas yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. "Kami jamin sinergi dan kolaborasi dalam menuntaskan perkara-perkara korupsi ini akan berjalan dengan baik," tegasnya.
Sebelumnya, Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penggeledahan di beberapa titik pada Rabu (8/7). Lokasi yang menjadi target antara lain sebuah money changer dan Kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta sebuah rumah di Bogor, Jawa Barat. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti berharga, mulai dari emas batangan hingga valuta asing dengan nilai fantastis mencapai miliaran rupiah.
Kakortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menjelaskan bahwa tiga kasus yang sedang diusut secara joint investigation ini meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang sempat memicu pemadaman listrik massal (blackout), kasus mega korupsi ASABRI, serta penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI, yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Di sisi lain, Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah telah memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyeret namanya. Ia membantah keras adanya keterkaitan dirinya dengan bisnis yang beroperasi di Kafe de’Clan Cipete. "Untuk terkait pemberitaan-pemberitaan tersebut makanya kita tunggu bagaimana nanti hasil penyidikannya dan sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete," kata Febrie dalam konferensi pers di gedung bundar Kejagung.
Febrie juga mengakui bahwa rumah yang digeledah di Sentul, Bogor, adalah kediaman pribadinya yang telah ia miliki sejak lama. Mengenai temuan uang tunai dalam berbagai mata uang – rupiah, dolar AS, hingga dolar Singapura – di rumahnya, Febrie menegaskan bahwa aset tersebut memiliki pemilik yang jelas dan terkait dengan aktivitas tertentu. "Itu ada yang punya, ada kegiatannya, orang-orang kegiatan bisa ditanya, ada bangunannya, bisa nanti dicek," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penjelasan lebih lanjut mengenai aset tersebut akan disampaikan sesuai dengan prosedur hukum acara pidana yang berlaku, bukan melalui forum konferensi pers.
