Penyelidikan mendalam terhadap tiga skandal korupsi besar di Indonesia telah membuahkan hasil signifikan, namun satu temuan barang bukti justru memicu tanda tanya: dua bingkai foto keluarga. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penyitaan tak lazim ini terjadi dalam rangkaian penggeledahan terkait dugaan korupsi batu bara, mega kasus ASABRI, dan persoalan Krakatau Steel.
Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi penyitaan dua bingkai foto keluarga tersebut. Barang bukti itu ditemukan saat tim penyidik menggeledah sebuah kediaman di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Budi, dalam keterangannya di Mapolda Metro Jaya pada Jumat lalu, menolak untuk mengungkapkan identitas pemilik foto maupun detail isinya. Ia menekankan bahwa foto tersebut tidak akan dipublikasikan demi menjaga privasi. "Kami tidak akan menampilkan foto tersebut karena ada hal-hal yang bersifat privasi yang harus kami jaga. Di dalamnya terdapat foto keluarga, dan kami berkewajiban melindungi keluarga serta pihak-pihak lainnya," tegas Budi.
Selain foto keluarga yang misterius itu, serangkaian penggeledahan yang dilakukan pada Rabu (8/7) oleh tim gabungan juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti lain. Mulai dari emas batangan, valuta asing senilai miliaran rupiah, hingga koper besar, tas jinjing, dan monitor komputer. Lokasi penggeledahan meliputi sebuah money changer dan Cafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, serta ruko dan rumah di Sentul, Bogor.
Operasi gabungan ini merupakan hasil kerja sama antara Komite Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri, merinci bahwa penyidikan mencakup tiga dugaan korupsi besar: pengadaan batu bara yang disinyalir memicu pemadaman listrik massal (blackout), kasus mega korupsi ASABRI, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Hingga kini, sebanyak 15 saksi telah dimintai keterangan terkait kasus-kasus ini. Budi Hermanto menegaskan bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan dalam waktu dekat, meskipun ia belum dapat memberikan jadwal pasti rilis tersebut.
Penyelidikan kasus-kasus korupsi kakap ini, menurut Budi, merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Polri menyatakan komitmen penuh untuk mendukung prioritas nasional pemerintah dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
Ia menambahkan, penanganan perkara ini sejalan dengan Asta Cita ketujuh dalam agenda pemerintah, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi. "Pemberantasan tindak pidana korupsi ini merupakan atensi Presiden Republik Indonesia dalam program prioritas Asta Cita ketujuh," pungkas Budi, menegaskan bahwa Polri sebagai bagian dari aparatur negara wajib menjalankan prioritas nasional tersebut.
