Internationalmedia.co.id – News – SMAN 1 Polewali berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Kemenangan prestisius ini secara otomatis mengantarkan mereka sebagai perwakilan Sulawesi Barat untuk berkompetisi di kancah nasional. Pengumuman pemenang disampaikan oleh Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI sekaligus Dewan Juri, Anies Mayangsari Muninggar, pada Selasa (30/06/2026).
Dalam keterangan tertulisnya, Anies Mayangsari merinci perolehan nilai final yang menegaskan dominasi SMAN 1 Polewali. "Grup C dari SMAN 1 Polewali berhasil meraih total nilai tertinggi, 195 poin. Mereka mengungguli Grup A dari SMAN 1 Sarjo yang memperoleh 105 poin, dan Grup B dari SMAN 1 Bambalamutu dengan 60 poin," jelas Anies. Dengan hasil tersebut, SMAN 1 Polewali resmi ditetapkan sebagai juara dan berhak melaju ke babak nasional.

Babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi ini sendiri telah berlangsung di Mamuju pada Minggu (28/6). Sebelumnya, acara pembukaan LCC di tingkat provinsi ini dilakukan oleh Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Ismail Bachtiar. Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melewati serangkaian seleksi ketat dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
"Sesungguhnya, semua peserta yang hadir hari ini adalah juara sejati. Kalian telah melalui proses seleksi yang panjang dan penuh tantangan. Oleh karena itu, apa pun hasil akhirnya, saat kembali ke daerah masing-masing, kalian tetap pulang sebagai pemenang," ujar Ismail, memotivasi para pelajar.
Ismail Bachtiar juga menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI merupakan instrumen strategis yang digunakan MPR RI untuk menanamkan pemahaman yang komprehensif mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan karakter yang kokoh.
Senada dengan pandangan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, menekankan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang pencarian prestasi semata. Lebih dari itu, ia melihat kompetisi ini sebagai wahana penting untuk pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar.
"Lomba ini tidak berhenti pada siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana para siswa mampu memahami, mengamalkan, menganalisis, bahkan menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa," kata Nehru. Ia berharap, dari LCC ini akan muncul generasi muda Sulawesi Barat yang inovatif, mampu memberikan kontribusi nyata, dan bahkan menjadi inspirasi bagi negeri, seperti peraih Nobel.
Keberhasilan SMAN 1 Polewali ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari pembinaan yang konsisten dan terstruktur selama kurang lebih sembilan bulan. Guru pendamping tim, Fahmi Hasbullah, mengungkapkan bahwa persiapan intensif telah dimulai sejak September 2025. Fokus utama mereka adalah memperdalam materi Empat Pilar MPR RI, khususnya pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ketetapan MPR yang sangat relevan dengan materi lomba.
Fahmi, yang juga merupakan alumni peserta LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2016, menjelaskan bahwa pengalamannya sebagai peserta di masa lalu menjadi bekal berharga dalam membina tim tahun ini. Selain pendalaman materi, tim juga secara cermat mempelajari tayangan LCC Empat Pilar MPR RI dari berbagai provinsi lain sebagai bahan evaluasi dan penyusunan strategi yang matang.
Salah seorang anggota tim SMAN 1 Polewali, Najwa Putrirannu, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa ini. Ia mengakui bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan latihan disiplin yang mereka jalani selama sembilan bulan. Najwa berharap, prestasi ini akan menjadi motivasi tambahan bagi timnya untuk memberikan penampilan terbaik saat mewakili Sulawesi Barat di tingkat nasional, sekaligus mengharumkan nama daerah.
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 diikuti oleh sembilan SMA/sederajat dari berbagai kabupaten, antara lain SMAN 1 Duripoku, SMAN 1 Sarjo, SMAN 3 Majene, SMAN 1 Kalukku, SMAN 1 Bambalamutu, SMAN 1 Tapalang, SMAN 1 Polewali, SMAN 1 Campalagian, dan SMAN 1 Topoyo. Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang beranggotakan Anies Mayangsari Muninggar, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat Sjaifuddin, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya Muhammad Irsyadi Ramadhany, serta dosen Universitas Tomakaka Sulawesi Barat Dr. Rahmat.
Melalui penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI, MPR RI terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Upaya ini bertujuan membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.
