Internationalmedia.co.id – News melaporkan, misteri di balik insiden peluru nyasar yang melukai dua mahasiswi di area Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) pekan lalu akhirnya terkuak. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengumumkan bahwa proyektil tersebut berasal dari kegiatan latihan menembak prajurit Yonif Yudha Putra (YTP) 897 yang berlangsung di Lapangan Tembak Lapai pada waktu yang sama.
Kolonel Kav Taufiq, Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, dalam keterangan pers di Makodam pada Senin lalu, menegaskan temuan ini. "Dari hasil investigasi yang kami lakukan, proyektil yang mengenai korban diduga berasal dari kegiatan latihan menembak yang dilaksanakan prajurit di Lapangan Tembak Lapai," ujar Kolonel Taufiq, seperti dikutip oleh internationalmedia.co.id. Ia merinci, senjata yang digunakan adalah pistol kaliber 9 milimeter, dengan proyektil yang memiliki jarak tempuh efektif hingga sekitar 1.400 meter. Penyelidikan juga mempertimbangkan beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi lintasan peluru, seperti arah angin, tingkat kelembapan udara, dan posisi penembak saat latihan.

Menyikapi insiden ini, Kolonel Taufiq menekankan komitmen Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk bertanggung jawab penuh. "Kami berkomitmen memberikan perhatian penuh kepada para korban dan akan menindaklanjuti setiap bentuk kelalaian sesuai prosedur hukum dan disiplin militer yang berlaku," tegasnya. Ia menambahkan, apabila hasil penyelidikan menemukan adanya unsur kelalaian dalam pelaksanaan latihan tersebut, pihak yang bertanggung jawab tidak akan luput dari proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI.
Sebagai langkah konkret pasca-kejadian, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol telah memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas latihan menembak di Lapangan Tembak Lapai. Saat ini, pihak TNI tengah gencar mencari dan mengkaji lokasi alternatif yang dinilai lebih aman dan memenuhi standar keselamatan untuk pelaksanaan latihan menembak di masa mendatang, guna mencegah terulangnya insiden serupa.
