Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Mayoritas Warga AS Ingin Trump Lengser
Trending Indonesia

Mayoritas Warga AS Ingin Trump Lengser

GunawatiBy Gunawati09-04-2026 - 21.45Tidak ada komentar2 Mins Read3 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Mayoritas Warga AS Ingin Trump Lengser
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Sebuah jajak pendapat terbaru mengungkapkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat menginginkan Kongres untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Keinginan ini muncul di tengah konflik dengan Iran dan serangkaian kebijakan kontroversial lainnya yang memicu ketidakpuasan publik.

Survei yang dilaporkan oleh Newsweek dan dikutip Press TV pada Kamis (9/4) ini menunjukkan angka yang signifikan. Sebanyak 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, sementara 40 persen menentangnya. Jajak pendapat ini melibatkan 790 responden dan diprakarsai oleh dua kelompok advokasi progresif, Impeach Trump Again dan Free Speech for People, yang menentang kebijakan Trump, termasuk terkait Iran.

Mayoritas Warga AS Ingin Trump Lengser
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Hasil survei ini muncul lebih dari 40 hari setelah koalisi militer AS-Israel melancarkan operasi terhadap Republik Islam Iran. Bahkan, satu dari tujuh pendukung Partai Republik juga menyatakan dukungan terhadap proses pemakzulan ini, menandakan adanya perpecahan internal di kubu konservatif.

Menurut laporan Newsweek, jajak pendapat ini dilakukan oleh John Bonifaz, presiden dan salah satu pendiri Free Speech for People, untuk perusahaan jajak pendapat progresif veteran Celinda Lake, dengan margin kesalahan 3,9 persen.

John Bonifaz menyatakan bahwa hasil ini "belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan presiden." Ia membandingkan situasi ini dengan mantan Presiden Richard Nixon, yang merupakan satu-satunya presiden AS dua periode lainnya yang mendapat dukungan mayoritas untuk pemakzulan, namun pada tahap yang lebih lanjut dalam masa jabatannya.

Trump sendiri telah dua kali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat selama masa jabatan pertamanya, namun Senat menolak kedua upaya pemakzulan tersebut. Kini, ia kembali menghadapi tekanan pemakzulan dari sejumlah petinggi Kongres, terutama dari fraksi Demokrat, menyusul ancaman dan tindakan militernya terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Salah satu suara paling vokal adalah Alexandria Ocasio-Cortez, politikus Demokrat. Ia kembali menyerukan pemakzulan Trump, menegaskan bahwa pengumuman gencatan senjata sementara "tidak mengubah apa pun." Melalui platform X, Cortez menyatakan bahwa Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran dan terus menggunakan ancaman tersebut sebagai alat tekanan.

"Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan negara kita," tegas Cortez, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menambahkan, "Baik melalui kabinet maupun Kongres, Presiden harus dicopot dari jabatannya. Kita sedang bermain di ambang kehancuran." Seruan serupa juga datang dari puluhan legislator Demokrat lainnya yang sebelumnya telah meminta Trump diberhentikan terkait ancamannya terhadap Iran, dan mereka menegaskan sikap tersebut tidak berubah meskipun ada gencatan senjata.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Kapal Tanker Dibajak Laut Somalia Kembali Gentayangan

25-04-2026 - 23.45

Iran Bocorkan Alasan Sebenarnya AS Berunding

25-04-2026 - 21.30

Timur Tengah Bergolak Tiga Kapal Induk AS dan Manuver Iran

25-04-2026 - 21.15

Menantu Trump Tiba di Pakistan Iran Tolak Bertemu Langsung

25-04-2026 - 21.00

Pria Ini Dihukum Gantung Iran Diduga Agen Mossad

25-04-2026 - 18.30

Iran dan AS Akankah Berdamai

25-04-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Footer Logo - 48 Media Partners

MEDIA PARTNERS

bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.