Internationalmedia.co.id – News – Sebuah jajak pendapat terbaru mengungkapkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat menginginkan Kongres untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Keinginan ini muncul di tengah konflik dengan Iran dan serangkaian kebijakan kontroversial lainnya yang memicu ketidakpuasan publik.
Survei yang dilaporkan oleh Newsweek dan dikutip Press TV pada Kamis (9/4) ini menunjukkan angka yang signifikan. Sebanyak 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, sementara 40 persen menentangnya. Jajak pendapat ini melibatkan 790 responden dan diprakarsai oleh dua kelompok advokasi progresif, Impeach Trump Again dan Free Speech for People, yang menentang kebijakan Trump, termasuk terkait Iran.

Hasil survei ini muncul lebih dari 40 hari setelah koalisi militer AS-Israel melancarkan operasi terhadap Republik Islam Iran. Bahkan, satu dari tujuh pendukung Partai Republik juga menyatakan dukungan terhadap proses pemakzulan ini, menandakan adanya perpecahan internal di kubu konservatif.
Menurut laporan Newsweek, jajak pendapat ini dilakukan oleh John Bonifaz, presiden dan salah satu pendiri Free Speech for People, untuk perusahaan jajak pendapat progresif veteran Celinda Lake, dengan margin kesalahan 3,9 persen.
John Bonifaz menyatakan bahwa hasil ini "belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan presiden." Ia membandingkan situasi ini dengan mantan Presiden Richard Nixon, yang merupakan satu-satunya presiden AS dua periode lainnya yang mendapat dukungan mayoritas untuk pemakzulan, namun pada tahap yang lebih lanjut dalam masa jabatannya.
Trump sendiri telah dua kali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat selama masa jabatan pertamanya, namun Senat menolak kedua upaya pemakzulan tersebut. Kini, ia kembali menghadapi tekanan pemakzulan dari sejumlah petinggi Kongres, terutama dari fraksi Demokrat, menyusul ancaman dan tindakan militernya terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Salah satu suara paling vokal adalah Alexandria Ocasio-Cortez, politikus Demokrat. Ia kembali menyerukan pemakzulan Trump, menegaskan bahwa pengumuman gencatan senjata sementara "tidak mengubah apa pun." Melalui platform X, Cortez menyatakan bahwa Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran dan terus menggunakan ancaman tersebut sebagai alat tekanan.
"Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan negara kita," tegas Cortez, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menambahkan, "Baik melalui kabinet maupun Kongres, Presiden harus dicopot dari jabatannya. Kita sedang bermain di ambang kehancuran." Seruan serupa juga datang dari puluhan legislator Demokrat lainnya yang sebelumnya telah meminta Trump diberhentikan terkait ancamannya terhadap Iran, dan mereka menegaskan sikap tersebut tidak berubah meskipun ada gencatan senjata.

