Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Trump Sebut Iran Runtuh Dalam Hitungan Minggu
Trending Indonesia

Trump Sebut Iran Runtuh Dalam Hitungan Minggu

GunawatiBy Gunawati02-03-2026 - 07.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Sebut Iran Runtuh Dalam Hitungan Minggu
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan mengenai potensi konflik militer di Iran. Ia memperkirakan bahwa operasi militer skala besar, yang dilaporkan telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan melumpuhkan pertahanan negara tersebut, akan memakan waktu sekitar empat pekan.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar Inggris Daily Mail, yang dilansir AFP pada Senin (2/3/2026), Trump menegaskan keyakinannya. "Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan akan berlangsung sekitar empat minggu," ujarnya. Ia menambahkan, "Sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu atau kurang." Pernyataan ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi dari pihak AS terhadap kapasitas militernya.

Trump Sebut Iran Runtuh Dalam Hitungan Minggu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah dimulai sejak Sabtu (28/2). Fokus serangan awal menargetkan sejumlah infrastruktur penting Iran, termasuk fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), situs peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, serta sistem pertahanan udara Iran.

Laporan dari Bulan Sabit Merah Iran mengindikasikan dampak yang parah, dengan lebih dari 200 korban jiwa dan hampir 750 orang terluka akibat serangan gabungan tersebut. Skala operasi ini meluas hingga mencakup 24 dari 31 provinsi di Iran, menunjukkan jangkauan serangan yang masif.

Di tengah laporan kerusakan, Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan sedang melakukan investigasi terhadap insiden tragis yang dilaporkan menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan. Pejabat Iran mengklaim serangan tersebut merenggut nyawa lebih dari 100 siswi, menambah daftar panjang korban sipil yang mengkhawatirkan.

Kontribusi Israel dalam operasi ini sangat signifikan. Angkatan Udara Israel (IDF) mencatat penerbangan militer terbesar dalam sejarahnya, mengerahkan lebih dari 200 jet tempur untuk menyerang target-target vital seperti lokasi rudal Iran dan pangkalan udara IRGC.

IDF lebih lanjut mengklaim telah berhasil menghantam sistem pertahanan di wilayah Iran barat dan tengah. Secara keseluruhan, lebih dari 500 target dilaporkan telah diserang, meliputi peluncur rudal Iran dan berbagai sistem pertahanan udara, menandai eskalasi konflik yang cepat dan intens.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Misteri Tiga Nama Trump Untuk Teheran

02-03-2026 - 12.15

Surat Iran ke PBB Mengguncang Dunia Setelah Kematian Khamenei

02-03-2026 - 12.00

Inggris Buka Pintu Serangan AS ke Iran

02-03-2026 - 10.45

Timur Tengah Bergolak Hebat Hizbullah Kirim Rudal ke Israel

02-03-2026 - 10.30

Mantan Wapres AS Bongkar Fakta Mengejutkan Perang Iran

02-03-2026 - 10.15

Trump Bersumpah Balas Dendam Setelah Tiga Militer AS Gugur

02-03-2026 - 10.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.