Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Tiongkok secara resmi mengeluarkan imbauan serius kepada seluruh warganya yang berada di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini muncul setelah Beijing mengklaim bahwa warga negaranya telah menjadi sasaran insiden tidak menyenangkan di berbagai wilayah Jepang belakangan ini, memicu kekhawatiran akan keselamatan mereka.
Kedutaan Besar Tiongkok di Tokyo, dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (3/1) dan baru dilaporkan oleh media pemerintah Tiongkok pada Senin (5/1/2026), secara eksplisit menyarankan agar warga Tiongkok menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat. Mereka menyoroti memburuknya kondisi keamanan publik di beberapa prefektur, termasuk Fukuoka, Shizuoka, dan Aichi.

Laporan yang diterima kedutaan menyebutkan banyak pelancong Tiongkok mengalami pelecehan verbal atau serangan fisik tanpa provokasi, yang mengakibatkan cedera. Insiden paling menonjol adalah tabrakan kendaraan dengan pejalan kaki di Distrik Shinjuku, Tokyo, pada 31 Desember lalu, yang melukai dua warga Tiongkok hingga memerlukan perawatan darurat di rumah sakit. Distrik Shinjuku sendiri dikenal sebagai salah satu pusat hiburan dan wisata tersibuk di ibu kota Jepang.
Ketegangan antara kedua negara ini memang telah meningkat tajam sejak 7 November lalu. Saat itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi membuat pernyataan kontroversial mengenai Taiwan. Ia menyebut serangan Beijing terhadap Taiwan secara hukum dapat dianggap sebagai "situasi yang mengancam kelangsungan hidup", yang berpotensi memicu hak Jepang untuk membela diri secara kolektif.
Pernyataan Takaichi ini memicu reaksi keras dari Tiongkok, yang menganggapnya sebagai potensi intervensi dalam urusan internal mereka. Sebelumnya, Tiongkok juga telah menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang dan memberlakukan kembali larangan impor makanan laut sebagai respons terhadap ketegangan yang memanas.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Jepang terkait imbauan terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok ini, menambah ketidakpastian di tengah hubungan bilateral yang semakin tegang.
