Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pertemuan krusial berlangsung di Jakarta pada Rabu (26/8), mempertemukan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Agenda utama diskusi mereka mencakup tiga pilar penting: strategi penanganan bencana, akselerasi pengembangan Sekolah Rakyat, dan inisiatif program permakanan untuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Fokus awal pembahasan adalah penanganan bencana. Wamensos Agus Jabo menekankan urgensi penguatan kapasitas logistik dan alokasi anggaran yang memadai. Menurutnya, ini krusial agar Kementerian Sosial (Kemensos) dapat merespons kebutuhan masyarakat dengan sigap dan cepat saat musibah melanda. "Kecepatan adalah kunci utama dalam fase tanggap darurat," tegas Agus Jabo dalam pernyataan resminya yang dirilis Kamis (27/8).

Ia juga berbagi pengalaman dari penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana distribusi logistik dari pusat penyimpanan kerap terhambat oleh kondisi cuaca ekstrem dan tantangan transportasi. Sebagai solusi, Kemensos mengadopsi strategi pembelian logistik langsung di lokasi yang lebih dekat dengan titik pengungsian. Menanggapi poin ini, Menteri Rachmat Pambudy menyatakan bahwa detail kebutuhan penanganan bencana akan didiskusikan secara teknis antara Kemensos dan Bappenas sebelum diajukan melalui prosedur formal. "Kami akan membahasnya secara teknis terlebih dahulu, baru kemudian menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku," jelas Rachmat.
Selain itu, agenda diskusi turut menyentuh penanganan bencana di wilayah Aceh dan Flores, khususnya terkait kebutuhan selama fase transisi dari tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Kemensos dan Bappenas berkomitmen untuk terus berkoordinasi erat dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan penanganan yang komprehensif.
Beralih ke isu lain, Wamensos Agus Jabo memaparkan progres pengembangan Sekolah Rakyat. Ia menyebutkan bahwa kapasitas lembaga pendidikan ini terus meningkat signifikan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ekspansi ini secara otomatis menimbulkan kebutuhan mendesak akan penambahan ruang kelas, fasilitas asrama, tenaga pengajar, serta dukungan operasional lainnya.
Menteri Rachmat Pambudy, dalam tanggapannya, menekankan pentingnya perencanaan matang sejak dini terkait kebutuhan dan optimalisasi pemanfaatan fasilitas Sekolah Rakyat. Ia secara khusus menyoroti aspek keberlanjutan penggunaan asrama dan sarana pendukung lainnya. "Apa fungsi asrama nantinya? Hal itu harus sudah dipikirkan mulai dari sekarang," pungkas Rachmat.
Topik terakhir yang menjadi sorotan adalah program permakanan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Agus Jabo mengungkapkan rencana strategis untuk mengintegrasikan program ini dengan inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih luas. "Kami berupaya mensinergikan program ini dengan MBG agar tercipta kesinambungan yang tepat dan akuntabilitas yang optimal," jelasnya.
Rencana integrasi ini akan menjadi subjek pembahasan lebih mendalam, meliputi aspek regulasi, mekanisme implementasi, serta koordinasi intensif dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
