Internationalmedia.co.id – News – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, yang dijadwalkan memimpin delegasi penting untuk perundingan damai dengan Iran di Pakistan, dilaporkan masih berada di Washington. Keberadaannya di ibu kota AS pada Selasa siang waktu setempat, memunculkan pertanyaan seputar persiapan misi diplomatik krusial tersebut.
Informasi ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP pada Rabu (22/4/2026). Vance disebut tengah mengikuti serangkaian agenda pertemuan kebijakan internal. "Pertemuan kebijakan tambahan sedang berlangsung di Gedung Putung di mana wakil presiden akan berpartisipasi," demikian pernyataan singkat yang diterima AFP tak lama setelah pukul 17.00 GMT.

Meski demikian, detail mengenai substansi maupun tujuan pertemuan tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut. Penundaan keberangkatan Vance, yang sebelumnya dijadwalkan pada Selasa pagi, menjadi sorotan mengingat urgensi perundingan penting dengan Iran yang akan segera digelar.
Sementara itu, proses perundingan damai ini juga menghadapi ketidakpastian dari pihak Iran. Mediator Pakistan menyampaikan bahwa hingga kini mereka belum menerima tanggapan resmi dari Teheran terkait partisipasi dalam putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Menteri Informasi Islamabad, Attaullah Tarar, melalui akun X miliknya pada Selasa (21/4/2026), secara lugas menyatakan bahwa pihaknya masih menanti kepastian dari Iran. "Tanggapan resmi dari pihak Iran tentang konfirmasi delegasi untuk menghadiri Perundingan Perdamaian Islamabad masih ditunggu," tulis Tarar.
Tarar menekankan bahwa keputusan Iran sangat krusial, mengingat waktu gencatan senjata dua pekan yang telah disepakati akan segera berakhir dalam hitungan jam. Keputusan ini akan menjadi penentu kelanjutan proses diplomasi yang sangat vital, terutama di tengah ketegangan regional yang tinggi.
