Internationalmedia.co.id – News, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, baru-baru ini menyerukan kepada publik untuk tetap tenang dan menahan diri. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden kericuhan yang terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (27/8), setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI. Yusril secara tegas meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sepihak terkait peristiwa tersebut.
Menurut Yusril, Polda Metro Jaya saat ini masih terus bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam atas serangkaian kejadian pascaaksi. Fokus utama investigasi kepolisian adalah mengungkap penyebab meninggalnya seorang warga bernama Bambang serta kasus penganiayaan yang menimpa Faturrohman, seorang siswa kelas 12. "Polda Metro Jaya sedang intensif menyelidiki kematian Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan definitif mengenai siapa pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tragis ini," jelas Yusril dalam keterangannya, Minggu (30/8).

Ia memastikan bahwa aparat kepolisian berkomitmen penuh untuk menguak kasus ini secara tuntas. Proses penyelidikan, lanjut Yusril, tidak hanya mencari pelaku lapangan, tetapi juga berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, bahkan hingga aktor intelektual di balik kericuhan. "Pendalaman terus dilakukan untuk mencapai kesimpulan siapa yang memerintahkan, siapa yang menggerakkan, dan siapa yang melakukan penganiayaan. Bagi mereka yang terbukti bertanggung jawab berdasarkan bukti yang ada, tindakan penegakan hukum yang tegas pasti akan diterapkan," tegasnya.
Menko Yusril juga menyoroti maraknya informasi di media sosial yang mengaitkan kericuhan dengan kelompok atau organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu. Ia menegaskan bahwa hingga kini, pihak kepolisian belum mengeluarkan kesimpulan resmi mengenai keterlibatan pihak manapun. "Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik itu perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu. Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," tutur Yusril.
Di sisi lain, Yusril menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh massa aksi, baik dari kalangan mahasiswa maupun warga yang datang dari Pati dan daerah lain, yang telah menyampaikan aspirasi mereka secara damai. "Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga ketenangan. Saya berterima kasih dan mengapresiasi para pendemo dari Pati dan berbagai daerah lain, serta para mahasiswa, yang telah melaksanakan demonstrasi dengan tertib dan damai," ucapnya.
Yusril menjelaskan bahwa insiden kekerasan tersebut pecah setelah para demonstran meninggalkan area Gedung DPR, di mana kemudian terjadi bentrokan antarkelompok warga. Ia mewanti-wanti agar kejadian ini tidak justru memicu aksi balasan yang dapat memperkeruh suasana. "Jangan sampai peristiwa yang sedang dalam penyelidikan ini justru memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan. Mari kita serahkan sepenuhnya proses ini kepada aparat penegak hukum dan bersama-sama menjaga ketenangan serta ketertiban di tengah masyarakat," imbaunya.
