Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui video yang dirilis Internationalmedia.co.id kutip dari AFP, melontarkan ultimatum keras kepada warga Gaza. Netanyahu mendesak warga sipil untuk segera meninggalkan wilayah tersebut. Ancaman ini menyusul pernyataan Netanyahu tentang kesiapan Israel untuk melancarkan serangan darat besar-besaran ke Gaza.
"Dalam dua hari, kami telah menghancurkan 50 menara teroris, dan ini baru permulaan dari operasi darat intensif di Kota Gaza. Saya peringatkan penduduk: pergi sekarang!" tegas Netanyahu. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai peringatan serius atas rencana invasi skala besar yang tengah dipersiapkan militer Israel.

Netanyahu menekankan bahwa operasi militer yang telah dimulai baru merupakan tahap awal. Serangan darat besar-besaran, menurutnya, sedang dipersiapkan dan pasukan Israel tengah berkumpul untuk memasuki Kota Gaza. Hal senada juga disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang melalui media sosial X, memberikan peringatan keras kepada Hamas.
Katz mengancam akan menghancurkan Jalur Gaza dan memusnahkan Hamas jika kelompok tersebut tidak meletakkan senjata dan membebaskan sandera yang ditahan. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan apa yang disebutnya sebagai "peringatan terakhir" kepada Hamas. Katz menggambarkan ancaman tersebut sebagai "badai dahsyat" yang akan menghantam Gaza jika Hamas tidak memenuhi tuntutan tersebut. Angkatan Bersenjata Israel (IDF) pun disebut tengah bersiap memperluas operasi militer untuk menundukkan Gaza secara total. Situasi di Gaza kian mencekam seiring ultimatum yang disampaikan oleh petinggi Israel ini.
