Internationalmedia.co.id – Serangan besar-besaran dilancarkan Rusia ke jantung Ukraina, dengan ibu kota Kyiv menjadi salah satu target utama. Serangan brutal ini menyasar infrastruktur energi vital, memicu kekhawatiran akan lumpuhnya jaringan listrik nasional. Angkatan udara Ukraina mengumumkan bahwa Kyiv diserang dengan rudal balistik dan gelombang drone kamikaze yang masif.
Sirene meraung-raung di Kyiv, memaksa warga mencari perlindungan di bunker-bunker. Wartawan Internationalmedia.co.id melaporkan ledakan dahsyat mengguncang kota, diikuti dengan pemadaman listrik yang meluas di berbagai distrik. Wali Kota Vitali Klitschko mengkonfirmasi bahwa pasukan Rusia sengaja menargetkan "infrastruktur kritis," menyebabkan kota lumpuh.

"Tepi kiri ibu kota tanpa listrik. Ada juga masalah dengan pasokan air," ujar Klitschko melalui Telegram, menggambarkan situasi yang semakin memburuk. Menteri Energi Ukraina, Svitlana Grynchuk, mengecam serangan besar-besaran terhadap jaringan listrik dan berjanji para pekerja energi akan berjuang memulihkan kondisi secepatnya setelah situasi aman.
Tak hanya Kyiv, wilayah tenggara Zaporizhzhia juga menjadi sasaran amukan Rusia, dengan sedikitnya tujuh serangan drone dilaporkan. Kepala Administrasi Militer Regional, Ivan Fedorov, mengatakan serangan tersebut menyebabkan korban luka-luka. Serangan ini merupakan bagian dari peningkatan serangan udara Rusia terhadap fasilitas energi dan sistem kereta api Ukraina dalam beberapa minggu terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menuduh Moskow berusaha "menciptakan kekacauan" dengan menargetkan infrastruktur energi dan jalur kereta api. Sebagai balasan, Ukraina meningkatkan serangan drone dan rudal ke wilayah Rusia, taktik yang menurut Zelensky telah membuahkan "hasil" dan memicu kenaikan harga bahan bakar di Rusia.
