Internationalmedia.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan kesiapan negaranya untuk ambil bagian dalam satuan tugas yang bertugas mengawasi implementasi perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Langkah ini menunjukkan komitmen Turki dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut.
Erdogan menekankan pentingnya pengiriman bantuan kemanusiaan secara komprehensif ke Gaza, pertukaran sandera dan tahanan, serta penghentian segera serangan Israel. Turki, yang aktif terlibat dalam negosiasi, telah mengirimkan tim ke perundingan di Sharm El-Sheikh, Mesir, untuk berkontribusi dalam upaya mencapai kesepakatan.

Turki juga berjanji akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendukung upaya rekonstruksi dan membantu membangun kembali Gaza pasca konflik. "Tujuan kami adalah menghentikan genosida di Gaza dan menghadirkan perdamaian di kawasan secepat mungkin," tegas Erdogan.
Sebelumnya, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama perjanjian Gaza. Kesepakatan ini mencakup pembebasan tahanan, penarikan pasukan Israel ke garis yang disepakati, dan masuknya bantuan ke Jalur Gaza. Trump juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar, Mesir, dan Turki atas peran mediasi mereka dalam mencapai kesepakatan tersebut. Kesepakatan yang dicapai setelah perundingan di Mesir tersebut menetapkan diakhirinya perang, penarikan pasukan Israel dari Gaza, masuknya bantuan ke Jalur Gaza, dan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.
