Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Trump Ultimatum Iran Dunia Menanti
Trending Indonesia

Trump Ultimatum Iran Dunia Menanti

GunawatiBy Gunawati31-03-2026 - 10.45Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Ultimatum Iran Dunia Menanti
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman serius terhadap infrastruktur energi Iran. Meski mengklaim adanya kemajuan dalam negosiasi damai, Trump menegaskan bahwa situs-situs energi vital Teheran akan menjadi sasaran penghancuran total jika perundingan gagal mencapai kesepakatan. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency dan dikutip oleh Internationalmedia.co.id – News pada Selasa (31/3/2026).

Dalam unggahannya, Trump secara eksplisit menyebutkan target-target strategis seperti pembangkit listrik, sumur-sumur minyak, terminal ekspor minyak vital di Pulau Kharg, dan bahkan pabrik desalinasi air. "Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang mungkin akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera ‘Dibuka untuk Bisnis’, kami akan mengakhiri ‘kunjungan’ kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)" tulis Trump, menggarisbawahi urgensi pembukaan Selat Hormuz untuk aktivitas bisnis.

Trump Ultimatum Iran Dunia Menanti
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pulau Kharg sendiri merupakan urat nadi ekspor minyak Iran, menjadikannya target yang sangat signifikan. Sebelumnya, Trump memang pernah mengutarakan niatnya untuk "mengambil minyak" di Iran, bahkan mengisyaratkan kemungkinan AS merebut pulau strategis tersebut dari kendali Teheran.

Ironisnya, di tengah retorika kerasnya, Trump juga menyampaikan adanya "diskusi serius" dengan apa yang ia sebut sebagai rezim Iran yang "baru dan lebih masuk akal". Kepada media Bloomberg, ia bahkan menyatakan bahwa Iran berkeinginan untuk "menyelesaikan konflik", seraya menambahkan bahwa jalannya perang sejauh ini "sangat baik".

Namun, klaim Trump ini dibantah oleh Teheran. Pada Senin (30/3), Iran menegaskan bahwa mereka belum terlibat dalam negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Kontak yang terjadi belakangan ini, menurut Iran, hanyalah sebatas pertukaran pesan melalui perantara.

Sejumlah negara regional, termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir, diketahui tengah aktif berupaya menengahi konflik ini. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, bahkan telah mengisyaratkan kesediaan Islamabad untuk menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran. Trump sendiri, pada Minggu (29/3), mengakui adanya upaya diplomatik tidak langsung yang melibatkan "utusan" dari Pakistan, dan optimis bahwa "kesepakatan dapat dibuat dengan cukup cepat".

Kawasan Timur Tengah telah dilanda eskalasi konflik yang signifikan sejak serangan gabungan berskala besar oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.340 orang di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian melancarkan gelombang serangan balasan berupa rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Balasan ini tidak hanya menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di Israel dan negara-negara Teluk, tetapi juga menewaskan sedikitnya 13 tentara AS dan melukai lebih dari 300 lainnya di kawasan tersebut.

Ancaman terbaru dari Trump ini menambah kompleksitas dinamika regional, sementara dunia menanti apakah diplomasi akan mampu meredakan ketegangan atau justru menyeret kawasan ke jurang konflik yang lebih dalam.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Mencekam Gaza 3 Anak Tewas dalam Serangan

23-04-2026 - 07.15

Al Aqsa Geger Bendera Israel Berkibar

23-04-2026 - 07.00

Lebanon Berduka Angka Korban Mengejutkan

23-04-2026 - 03.15

Terungkap Alasan Iran Kunci Selat Hormuz

23-04-2026 - 03.00

Trump dan Iran Tiga Hari Penentu

22-04-2026 - 23.00

Damai AS Iran Akankah Terwujud

22-04-2026 - 21.45
Leave A Reply Cancel Reply

Footer Logo - 48 Media Partners

MEDIA PARTNERS

bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.