Internationalmedia.co.id melaporkan pernyataan mengejutkan dari mantan Presiden AS Donald Trump. Dalam wawancara telepon di Fox News, Trump secara tegas menolak opsi pengiriman pasukan AS ke Ukraina sebagai bentuk perlindungan. Pernyataan ini muncul sebagai jaminan bagi pihak-pihak yang khawatir akan keterlibatan militer langsung AS dalam konflik tersebut.
Trump memberikan jaminan bahwa tidak akan ada tentara Amerika yang bertugas di Ukraina jika kesepakatan damai dengan Rusia tercapai. "Ya, Anda telah mendapatkan jaminan saya, dan saya presiden," tegasnya. Sumber di Gedung Putih menguatkan pernyataan Trump, menambahkan bahwa memang tidak ada rencana untuk mengirimkan pasukan AS guna melindungi Ukraina. Namun, mereka menekankan masih ada alternatif lain untuk memastikan keamanan Kyiv.

Meskipun menolak opsi militer langsung, Trump menekankan komitmen AS dalam mengamankan kawasan tersebut. Ia menyatakan bahwa negara-negara Eropa tetap menjadi ‘garis pertahanan pertama’ menghadapi agresi Rusia, namun AS akan tetap terlibat dalam upaya tersebut, meskipun dengan cara yang berbeda. Hal ini sejalan dengan janji kampanye Trump untuk mengurangi keterlibatan militer AS dalam konflik di luar negeri. Bahkan, beberapa pejabat pemerintahannya sendiri diketahui mendukung pengurangan peran AS yang signifikan dalam perang Ukraina. Saat ini, pembahasan mengenai jaminan keamanan sedang berlangsung, dan rinciannya masih dalam tahap negosiasi antara AS, sekutu Eropa, dan Ukraina. Para pemimpin asing pun tengah menanti kejelasan komitmen sumber daya AS untuk mencegah Rusia kembali melancarkan agresi setelah potensi kesepakatan damai tercapai.

