Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan rencana ambisius untuk melancarkan serangan darat terhadap kartel narkoba. Pengumuman ini datang setelah serangkaian operasi maritim yang intensif di perairan Samudra Pasifik timur dan Laut Karibia beberapa waktu terakhir. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa langkah ini menandai potensi eskalasi signifikan dalam perang AS melawan perdagangan narkoba transnasional.
Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan penyiar Sean Hannity di Fox News pada Kamis malam waktu setempat, sebagaimana dilansir AFP pada Jumat (9/1/2026). Dalam kesempatan itu, Trump secara eksplisit menyebut kartel narkoba di Meksiko sebagai target utama. "Kita akan segera memulai, melancarkan serangan darat terkait kartel-kartel tersebut. Kartel-kartel itu mengendalikan Meksiko," tegas Trump, tanpa merinci lebih lanjut detail operasional dari rencana tersebut.

Pengumuman Trump ini menyusul serangkaian peristiwa penting, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu. Penangkapan tersebut menjadi puncak dari tekanan militer dan ekonomi AS yang intensif selama berbulan-bulan terhadap rezim otoriter tersebut. Sebagai bagian dari kampanye anti-narkoba dan penekanan terhadap Venezuela, AS telah melancarkan serangan maritim yang menewaskan lebih dari 100 orang dalam upaya mencegat kapal-kapal penyelundup narkoba di Samudra Pasifik timur dan Laut Karibia sejak September. Sebelumnya, Trump juga mengklaim pasukan AS telah melakukan serangan darat di area dermaga Venezuela yang diduga digunakan untuk aktivitas penyelundupan narkoba.
Rencana serangan darat di Meksiko, jika terealisasi, akan menjadi eskalasi militer AS yang sangat signifikan di wilayah tersebut. Pemerintah interim di Caracas telah mengecam keras operasi AS di Venezuela, menyebutnya sebagai ancaman serius bagi stabilitas regional. Sementara itu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Senin (5/1) menegaskan bahwa benua Amerika "bukan milik" kekuatan mana pun. Pernyataan ini muncul setelah Trump secara terbuka menyinggung "dominasi" Washington di belahan Bumi Barat pasca-penangkapan Maduro. Trump sendiri pada Minggu (4/1) mengungkapkan bahwa ia sebelumnya telah mendesak Sheinbaum untuk mengizinkan pengerahan pasukan AS guna memerangi kartel narkoba di Meksiko, sebuah tawaran yang, menurutnya, telah ditolak oleh Sheinbaum.

