Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, mengisyaratkan potensi serangan militer baru yang akan dilancarkan AS dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (1/4) malam, Trump bahkan sesumbar akan membawa Iran "kembali ke zaman batu."
Retorika Trump semakin memanas dengan pernyataan eksplisitnya. "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan," kata Trump, seperti dilansir dari sumber terpercaya. Ia melanjutkan dengan ancaman yang lebih ekstrem, "Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada." Frasa "kembali ke zaman batu" ini menandai pertama kalinya Trump menggunakannya secara langsung terkait konflik dengan Iran, menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat ancaman.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa "perubahan rezim bukanlah tujuan kita." Namun, ia mengklaim bahwa perubahan tersebut secara de facto telah terjadi. "Kita tidak pernah mengatakan perubahan rezim, tetapi perubahan rezim telah terjadi karena kematian semua pemimpin asli mereka. Mereka semua sudah mati," ujarnya, tanpa merinci lebih lanjut mengenai klaim tentang kematian para pemimpin Iran tersebut.
Ancaman terbaru ini bukan kali pertama dilontarkan oleh mantan presiden tersebut. Sebelumnya, melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata kepada Amerika Serikat. Namun, ia menyatakan hanya akan mempertimbangkan permintaan tersebut jika Iran segera membuka kembali Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, Trump juga menuliskan, "kita akan menghancurkan Iran hingga tak berbekas" dan "kembali ke Zaman Batu!!!"
Pernyataan presiden tersebut disampaikan sehari setelah ia sempat menyiratkan bahwa konflik dengan Iran dapat diakhiri dalam kurun waktu yang relatif singkat, yakni dua hingga tiga minggu. Eskalasi retorika dari Gedung Putih ini tentu memicu kekhawatiran global akan potensi memanasnya situasi di Timur Tengah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini, saksikan live internationalmedia.co.id setiap pagi.

