Washington D.C. – Sebuah insiden penembakan mengguncang acara makan malam bergengsi Asosiasi Koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026) waktu setempat, memaksa evakuasi cepat Presiden AS Donald Trump. Tak lama setelah dipastikan aman, Trump secara mengejutkan mengaitkan insiden tersebut dengan "perang di Iran". Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Peristiwa menegangkan itu terjadi di luar area ballroom hotel Hilton Washington D.C., tempat para jurnalis dan petinggi negara berkumpul. Saksi mata melaporkan kepanikan melanda saat suara tembakan terdengar, mendorong para hadirin untuk mencari perlindungan di bawah meja atau berbaring di lantai. Tim Secret Service dengan sigap bergerak, mengamankan Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump dari panggung. Wakil Presiden AS JD Vance, Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy, serta Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga turut dievakuasi ke lokasi yang aman, menandakan seriusnya ancaman tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Putih tak lama setelah insiden, Trump menegaskan, "Ini tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran." Meskipun ia menambahkan bahwa dirinya tidak yakin insiden tersebut terkait langsung dengan konflik tersebut, ia juga menyatakan "Anda tidak pernah tahu." Presiden menyebut pelaku sebagai "serigala tunggal" atau lone wolf dan memastikan penyelidik tengah bekerja keras mengungkap motif di balik penembakan. Pernyataan ini muncul setelah Trump sebelumnya membatalkan upaya pembicaraan damai dengan Iran di Pakistan, menyusul ketidakpuasannya terhadap posisi negosiasi Teheran setelah hampir dua bulan konflik.
Sementara itu, aparat keamanan berhasil menangkap pelaku penembakan yang kemudian diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal California. Presiden Trump melalui unggahan di Truth Social memuji kecepatan dan keberanian Dinas Rahasia serta penegak hukum dalam menangani situasi tersebut. Menurut laporan Internationalmedia.co.id yang mengutip CNN, Allen diketahui berprofesi sebagai guru paruh waktu di C2 Education, sebuah lembaga bimbingan belajar, dan juga seorang pengembang gim video. Ia tinggal di Torrance, pinggiran kota Los Angeles. Profil LinkedIn-nya menunjukkan bahwa Allen adalah lulusan California Institute of Technology (Caltech) dengan gelar sarjana teknik mesin pada tahun 2017, dan meraih gelar master ilmu komputer dari California State University-Dominguez Hills tahun lalu. Menariknya, saat kuliah di Caltech, ia pernah menjadi sorotan media lokal karena inovasinya dalam mengembangkan prototipe rem darurat untuk kursi roda.
