Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Trump Murka Kanada Dekati China Ancaman Tarif 100 Persen Menggema
Trending Indonesia

Trump Murka Kanada Dekati China Ancaman Tarif 100 Persen Menggema

GunawatiBy Gunawati30-01-2026 - 12.30Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Murka Kanada Dekati China Ancaman Tarif 100 Persen Menggema
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Hubungan antara Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas, ditandai dengan serangkaian konfrontasi verbal dan ancaman ekonomi yang serius. Pemicunya adalah kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke Tiongkok untuk menjajaki kerja sama dagang, yang langsung direspons Presiden Donald Trump dengan ultimatum tarif 100 persen. Ketegangan ini, yang berakar dari perdebatan sengit di Davos, kini mencapai puncaknya dengan ancaman serius dari Washington. Internationalmedia.co.id – News mengamati dinamika relasi kedua negara tetangga ini yang kian konfrontatif.

Presiden Trump, melalui platform Truth Social miliknya, melontarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa jika Kanada berani menjadikan dirinya sebagai "Pelabuhan Pengiriman" bagi Tiongkok untuk menyalurkan barang dan produk ke Amerika Serikat, maka Negeri Paman Sam tidak akan segan memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap semua produk Kanada yang masuk ke AS. Ancaman ini muncul setelah PM Carney melakukan lawatan ke Tiongkok. Ironisnya, langkah Carney ini awalnya sempat didukung Trump pada 16 Januari, dengan menyatakan, "Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan Tiongkok, Anda harus melakukannya." Namun, sikapnya berubah drastis tak lama kemudian.

Trump Murka Kanada Dekati China Ancaman Tarif 100 Persen Menggema
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi ancaman yang menggantung, PM Mark Carney memilih untuk menggalang dukungan domestik. Dalam sebuah video, meskipun tidak secara eksplisit menyebut ancaman Trump, Carney menyerukan warga Kanada untuk memprioritaskan pembelian produk dalam negeri. "Dengan ekonomi kita yang terancam dari luar negeri, warga Kanada telah memilih untuk fokus pada apa yang dapat kita kendalikan," ujarnya, menekankan bahwa meskipun mereka tidak dapat mengendalikan tindakan negara lain, mereka dapat menjadi "pelanggan terbaik bagi diri sendiri."

Sementara itu, Dominic LeBlanc, Menteri yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS, mengklarifikasi melalui unggahan di X bahwa Kanada tidak sedang berupaya mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan Tiongkok. Ia menyebutkan bahwa yang dicapai adalah penyelesaian "beberapa masalah tarif penting." Kedutaan Besar Tiongkok di Kanada juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Kanada dalam mengimplementasikan konsensus penting yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara.

Akar ketegangan personal antara kedua pemimpin ini bermula dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dalam pidatonya, PM Carney secara luas diinterpretasikan mengkritik negara-negara kekuatan besar yang mengganggu urusan internasional dan menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata, meskipun tanpa menyebut nama. Carney menyatakan bahwa negara-negara kekuatan menengah, seperti Kanada, yang telah makmur melalui era ‘hegemoni Amerika’, perlu menyadari realitas baru di mana ‘kepatuhan’ tidak lagi melindungi mereka dari agresi kekuatan besar.

Pidato tersebut tampaknya menyulut kemarahan Trump, yang kemudian mengejek Carney dalam pidatonya sendiri di Davos. "Saya menyaksikan Perdana Menteri Anda kemarin. Dia tidak berterima kasih. Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, lain kali Anda membuat pernyataan," sindir Trump. Tak tinggal diam, Carney memberikan respons tegas. Dalam pidato nasional di Quebec City menjelang sesi legislatif baru, ia menolak klaim Trump. "Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada," tegasnya, meski mengakui "kemitraan luar biasa" kedua negara. Carney juga menyoroti kondisi global yang semakin terpecah, di mana "aliansi-aliansi lama sedang didefinisikan ulang dan, dalam beberapa kasus, telah terputus," menempatkan Kanada sebagai "mercuar, contoh bagi dunia yang sedang berada di tengah ketidakpastian."

Puncak dari perseteruan ini adalah penarikan kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang baru dibentuk Trump. Melalui unggahan Truth Social pada Kamis (22/1), Trump secara eksplisit menyatakan, "Mohon izinkan surat ini untuk menyatakan bahwa Dewan Perdamaian menarik kembali undangannya kepada Anda terkait bergabungnya Kanada, dengan dewan yang akan menjadi Dewan Pemimpin paling bergengsi yang pernah ada." Sebelumnya, kantor PM Kanada telah mengonfirmasi undangan tersebut dan rencana untuk bergabung, meskipun seorang sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa Kanada tidak akan membayar iuran keanggotaan. Insiden ini semakin memperkeruh hubungan bilateral yang sebelumnya telah tegang akibat kritik Carney terhadap upaya Trump untuk mengakuisisi Greenland.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rahasia Andrew Terkuak Istana Siap Buka Pintu

10-02-2026 - 18.45

Misteri Epstein Terbongkar Konflik Global Memanas

10-02-2026 - 18.30

Dunia Hancur Utusan Trump Beri Jawaban Tak Terduga

10-02-2026 - 18.15

Agenda Mendesak Netanyahu di Washington

10-02-2026 - 18.00

Iran Siap Encerkan Uranium Ini Syaratnya

10-02-2026 - 16.45

Hanya Dia Tahu Kunci Skandal Epstein

10-02-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.