Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan, mengklaim bahwa konflik militer dengan Iran "hampir mencapai titik akhir" dan bahwa AS telah "meraih kemenangan luar biasa" dalam pertempuran. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam pidato perdananya di jam tayang utama sejak perang pecah pada akhir Februari lalu, seperti dilaporkan AFP dan CNN pada Kamis (2/4/2026). Internationalmedia.co.id – News mencatat, pidato tersebut menjadi sorotan utama pada Rabu (1/4) malam waktu setempat.
Dalam pidatonya yang penuh keyakinan, Trump menegaskan, "Malam ini, saya dengan gembira menyatakan bahwa tujuan-tujuan strategis inti kita hampir sepenuhnya tercapai."

Ia melanjutkan dengan memuji kinerja militer AS, menyatakan bahwa dalam kurun waktu empat minggu terakhir, "angkatan bersenjata kita telah mencatat serangkaian kemenangan yang cepat, menentukan, dan luar biasa di medan pertempuran – sebuah pencapaian yang jarang disaksikan sebelumnya."
Trump merinci dampak operasi militer AS terhadap Iran, mengklaim, "Kita telah menuntaskan segalanya. Angkatan Laut mereka telah dilumpuhkan. Angkatan Udara mereka telah dihancurkan. Sistem rudal mereka hampir habis atau telah berhasil dinetralisir." Ia menambahkan bahwa tindakan ini bertujuan untuk "melumpuhkan total militer Iran, menghancurkan kapasitas mereka dalam mendukung proksi teroris, dan mencegah mereka mengembangkan senjata nuklir."
Di tengah euforia kemenangan, Trump tidak lupa menyinggung pengorbanan para prajurit AS yang gugur. "Saat kita merayakan kemajuan ini," ujarnya, "kita secara khusus mengenang 13 prajurit Amerika yang telah mengorbankan nyawa mereka dalam pertempuran ini demi mencegah anak-anak kita menghadapi Iran yang bersenjata nuklir. Kita menghormati mereka, dan kini kita harus menghormati pengorbanan mereka dengan menuntaskan misi yang telah mereka perjuangkan hingga akhir hayat."
Trump menutup pidatonya dengan janji tegas, "Kita akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kita akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kita sudah sangat dekat."
Namun, di sisi lain, Iran dilaporkan terus melancarkan serangan balasan, menyasar Israel dan sejumlah negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS. Data menunjukkan, setidaknya 13 prajurit AS tewas dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan dari Teheran di berbagai lokasi di kawasan Teluk.

