Internationalmedia.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras kepada Israel terkait situasi di Suriah. Trump meminta Israel untuk tidak "mencampuri" stabilitas negara tersebut, terutama di bawah kepemimpinan baru.
Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah operasi militer Israel di wilayah selatan Suriah yang menewaskan sejumlah orang. Trump menekankan pentingnya dialog yang kuat dan jujur antara Israel dan Suriah. Ia juga menginginkan agar tidak ada tindakan yang menghambat perkembangan Suriah menjadi negara yang makmur.

Trump mengungkapkan kepuasannya terhadap kinerja Suriah di bawah kepemimpinan Ahmed al-Sharaa, yang melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih pada bulan November lalu. Sejak koalisi Sharaa menggulingkan Bashar al-Assad setahun lalu, Trump memang mendorong terciptanya pakta keamanan antara Israel dan Suriah.
Namun, ketegangan meningkat setelah ratusan serangan Israel terhadap Suriah. Serangan terbaru menewaskan 13 orang dalam operasi di Suriah selatan, dengan alasan menargetkan sebuah kelompok.
Trump menegaskan bahwa Sharaa "bekerja keras untuk memastikan hal-hal baik terjadi, dan bahwa Suriah dan Israel akan memiliki hubungan yang langgeng dan sejahtera bersama." Amerika Serikat, lanjut Trump, akan melakukan segala upaya untuk memastikan Pemerintah Suriah terus membangun kembali negara yang dilanda perang tersebut.
Trump menambahkan bahwa hubungan baik antara Suriah dan Israel akan memperkuat upaya perdamaian Timur Tengah yang lebih luas, terutama setelah gencatan senjata Gaza yang rapuh pada bulan Oktober.
