Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada kelompok Hamas terkait kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Trump menyatakan akan memberikan kesempatan bagi Hamas untuk menghormati perjanjian tersebut. Namun, ia tak segan-segan mengancam akan "memusnahkan" kelompok tersebut jika melanggar kesepakatan.
"Kita membuat kesepakatan dengan Hamas bahwa mereka akan bersikap sangat baik, mereka akan berperilaku baik, mereka akan bersikap baik," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Selasa (21/10/2025).

Trump menegaskan bahwa jika Hamas tidak memenuhi janjinya, AS akan bertindak tegas. "Dan jika mereka tidak demikian, kita akan pergi dan memusnahkan mereka, jika perlu. Mereka akan dimusnahkan, dan mereka mengetahui hal itu," tegasnya.
Pernyataan ini muncul setelah utusan AS bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyusul eskalasi kekerasan yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Trump juga menekankan bahwa pasukan AS tidak akan terlibat langsung dalam pertempuran melawan Hamas. Ia menyebutkan bahwa puluhan negara telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional di Jalur Gaza.
"Selain itu, Israel akan masuk dalam dua menit, jika saya meminta mereka untuk masuk," imbuh Trump. "Tetapi saat ini, kita belum mengatakan itu. Kita akan memberinya sedikit kesempatan, dan semoga kekerasan yang terjadi akan sedikit berkurang. Tetapi saat ini, Anda tahu, mereka adalah orang-orang yang kejam," sebutnya.
Trump menilai Hamas saat ini berada dalam posisi yang lebih lemah, terutama karena dukungan regional dari Iran yang terbatas pasca serangan Israel dan AS pada Juni lalu.
Gencatan senjata di Gaza berada di ujung tanduk setelah serangan mematikan menimpa pasukan Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Minggu (19/10). Militer Israel melaporkan dua tentaranya tewas dan tiga lainnya terluka. Tel Aviv menyalahkan Hamas atas serangan tersebut, yang dianggap sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata".
Namun, Hamas membantah bertanggung jawab dan mengklaim serangan terjadi di wilayah yang dikuasai Israel, di mana mereka tidak memiliki kontak dengan anggotanya selama berbulan-bulan.
Sebagai respons, Israel melancarkan serangan balasan ke Rafah pada Minggu (19/10) pagi, menargetkan lebih dari 20 lokasi. Serangan-serangan tersebut, menurut data rumah sakit di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 44 orang di berbagai wilayah.
