Rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek kembali menjadi sorotan publik. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, angkat bicara mengenai wacana ini. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam setiap keputusan yang akan diambil, terutama terkait dampak pada masyarakat. Dilansir dari Internationalmedia.co.id – News, Rany meminta agar aspek keterjangkauan tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Rany, setiap kebijakan penyesuaian tarif transportasi publik harus didasarkan pada kajian yang mendalam dan komprehensif. Ia menyoroti kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang masih menghadapi berbagai tekanan biaya hidup. Oleh karena itu, aspek keterjangkauan harga tiket bagi warga harus menjadi pertimbangan fundamental dalam merumuskan kebijakan tarif baru.

Rany juga mengingatkan peran vital Transjabodetabek sebagai tulang punggung mobilitas yang menghubungkan ibu kota dengan wilayah penyangga seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Moda transportasi ini menjadi pilihan utama bagi ribuan pekerja komuter setiap harinya. Sebelum ada keputusan kenaikan tarif, politikus dari Fraksi Demokrat ini mendesak Pemprov DKI untuk memastikan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, termasuk kenyamanan, ketepatan waktu, dan integrasi antarmoda yang lebih baik dan dirasakan langsung oleh pengguna.
Meskipun memahami kebutuhan Pemprov DKI untuk menjaga keberlanjutan operasional dan menyesuaikan biaya pada rute-rute panjang Transjabodetabek, Rany mewanti-wanti agar kebijakan tarif baru tidak justru kontraproduktif. Ia khawatir kenaikan yang tidak tepat dapat mengurangi minat masyarakat menggunakan transportasi umum, bahkan mendorong mereka kembali beralih ke kendaraan pribadi.
Untuk mengatasi tantangan ini, Rany mendorong Pemprov DKI untuk menjalin sinergi yang lebih erat dengan pemerintah daerah di Jabodetabek. Kolaborasi ini diharapkan dapat mencakup skema pembiayaan bersama hingga integrasi sistem transportasi yang lebih mulus. Dengan begitu, beban pembiayaan tidak hanya ditanggung oleh satu pihak, dan masyarakat tetap dapat menikmati layanan transportasi publik yang terjangkau dan efisien.
Pada intinya, Rany menegaskan bahwa setiap keputusan mengenai tarif harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama, menjaga keterjangkauan, dan mendukung target peningkatan penggunaan transportasi publik di kawasan Jabodetabek. Sebagai informasi, Pemprov DKI memang tengah mempertimbangkan penyesuaian tarif Transjabodetabek menyusul pengoperasian sejumlah rute baru, termasuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Tarif Rp 3.500 yang berlaku saat ini dinilai tidak lagi relevan untuk rute-rute antarkota dengan jarak tempuh yang lebih panjang, namun pemerintah memastikan akan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
