Internationalmedia.co.id memberitakan gelombang kecaman internasional menyusul tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta. Kejadian ini telah menarik perhatian media-media internasional ternama, memicu gelombang duka dan kemarahan publik.
Media Singapura, The Straits Times, dalam artikelnya yang berjudul "Justice for Affan", menyoroti kesedihan mendalam keluarga Affan dan amarah publik atas insiden tersebut. Ibunda Affan, Erlina, dalam wawancara mengungkapkan kepiluannya atas kepergian putra kesayangannya yang menjadi tulang punggung keluarga. "Dia baru saja menyelesaikan pengantaran makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya," ujar Erlina, menggambarkan betapa tragisnya kejadian tersebut.

Tidak hanya The Straits Times, Reuters, kantor berita terkemuka asal Inggris, juga memberitakan insiden ini dengan judul "Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration". Reuters mencatat janji mahasiswa Indonesia untuk menggelar aksi protes lebih lanjut di Mabes Polri sebagai respons atas kematian Affan. Artikel ini juga mencantumkan permohonan maaf Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, atas insiden tragis tersebut.
Arab News (Arab Saudi) dan Bloomberg (Amerika Serikat) turut menyoroti peristiwa ini, dengan Bloomberg bahkan memprediksi akan terjadinya demonstrasi lebih besar di Indonesia sebagai buntut dari insiden ini. Bloomberg juga mencatat bahwa kejadian ini menjadi ujian penting bagi pemerintahan Prabowo yang baru menjabat kurang dari setahun.
Bangkok Post (Thailand) melaporkan meluasnya kemarahan publik Indonesia di media sosial atas kejadian ini, dengan sesama pengemudi ojol menggelar unjuk rasa di luar markas polisi dan mengancam akan terjadi kerusuhan yang lebih besar jika pihak berwenang tidak mengambil tindakan tegas. Kejadian ini menjadi sorotan dunia dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai penanganan demonstrasi dan keselamatan warga sipil.
