Internationalmedia.co.id melaporkan insiden mengerikan di Lisbon, Portugal. Sebuah kecelakaan kereta gantung menewaskan 16 orang, termasuk 11 warga negara asing. Korban berasal dari berbagai negara, menambah kepedihan tragedi ini.
Tiga warga negara Inggris, dua warga Korea Selatan, dua warga Kanada, satu warga Prancis, satu warga Swiss, satu warga Amerika, dan satu warga Ukraina menjadi korban jiwa dalam peristiwa nahas Rabu (3/9) lalu. Lima warga negara Portugal turut menjadi korban dalam kecelakaan kereta gantung Gloria yang berusia seabad tersebut. Informasi awal yang menyebutkan adanya korban dari Jerman ternyata keliru. Pihak berwenang mengklarifikasi bahwa tidak ada warga Jerman yang tewas, namun tiga warga negara Jerman termasuk di antara puluhan korban luka, salah satunya anak berusia tiga tahun.

Total korban luka diperkirakan mencapai 20 orang, dengan setidaknya 11 di antaranya warga negara asing. Empat dari lima warga Portugal yang tewas merupakan staf dari sebuah lembaga perawatan sosial. Rasa duka menyelimuti Lisbon, terlihat dari misa peringatan yang digelar untuk para korban di gereja Sao Roque.
Puing-puing kereta gantung yang menghantam sebuah bangunan telah dibersihkan, namun suasana mencekam masih menyelimuti ibukota Portugal. Kesaksian warga, seperti Bruno Pereira yang dikutip penyiar publik RTP, menggambarkan betapa mengerikannya peristiwa tersebut. Pereira mengaku terguncang melihat kereta gantung seperti mainan yang meluncur tak terkendali, serta menyaksikan langsung beberapa korban tewas. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.

